Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kredit di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih mencatatkan koreksi pada awal tahun ini.
Mengutip Laporan Analisis Uang Beredar Bank Indonesia (BI), data sementara menunjukkan penyaluran kredit UMKM turun 0,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.482,8 triliun pada Januari 2026. Hasil ini melanjuti koreksi 0,3% yoy pada Desember 2025.
Lesunya penyaluran kredit UMKM tak lepas dari ketatnya persyaratan pemberian kredit (lending requirement). Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, bank memang masih cenderung selektif dalam menyalurkan kredit ke segmen UMKM, meski secara umum lending requirement kredit terus melonggar.
Baca Juga: Laba Bank Mandiri (BMRI) Melesat 16,25% di Januari 2026, Ini Penjelasan Manajemen
“Minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut,” ujar Perry dalam siaran pers, pekan lalu.
Jika dibedah berdasarkan skala usahanya, kredit usaha mikro terpantau masih berhasil tumbuh meski sangat tipis 0,1% yoy, membalik koreksi 4,6% yoy pada bulan sebelumnya. Dengan begitu, kredit usaha mikro pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp 663 triliun.
Sementara itu, kredit usaha kecil dan menengah kompak terkontraksi. Kredit usaha kecil turun 1% yoy, berbanding terbalik dari pertumbuhan 6,8% yoy pada bulan sebelumnya, dengan nilai penyaluran Rp 488,1 triliun. Kemudian kredit usaha menengah turun 1,1% yoy, melanjuti penurunan 2% yoy pada bulan sebelumnya, dengan nilai penyaluran Rp 331,6 triliun.
Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit modal kerja lagi-lagi mencatatkan koreksi sebesar 4,8% yoy, lebih dalam dari koreksi 4,2% yoy pada bulan sebelumnya. Nilai penyaluran kredit modal kerja UMKM ini mencapai Rp 991,7 triliun.
Sementara kredit investasi menunjukkan tren pertumbuhan yang melaju. Hingga Januari 2026, kredit investasi UMKM tumbuh 9,5% yoy, melanjuti pertumbuhan 8,9% yoy pada bulan sebelumnya, dengan nilai penyaluran Rp 491,1 triliun.
Memang, secara umum kredit investasi menjadi motor pertumbuhan kredit pada Januari 2026. BI mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2026 mencapai 9,96% secara tahunan (year on year/yoy), melaju dari pertumbuhan 9,69% yoy pada Desember 2025.
Berdasarkan kelompok penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,38% yoy. Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 4,13% yoy dan kredit konsumsi meningkat 6,58% yoy.
Baca Juga: Askrindo Garap Peluang Bisnis Asuransi Wisata di Jawa Tengah
Selanjutnya: Targetkan Belanja Kuartal I-2026 Rp 809 Triliun, Purbaya Optimistis Ekonomi Tumbuh 6%
Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)