Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyesuaikan proyeksi pertumbuhan di sejumlah lini industri jasa keuangan hingga akhir tahun 2026, merespons eskalasi ketidakpastian global serta dinamika portofolio investasi di lembaga jasa keuangan.
Penyesuaian target ini juga menyusul langkah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) merevisi target pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 dari sebelumnya 5,6%–6% menjadi 5,4%–5,5%
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, tekanan global saat ini didorong oleh konflik geopolitik yang melambungkan harga energi dan inflasi, serta tingginya suku bunga global (higher for longer).
Baca Juga: Masih Ada Sembilan Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 Miliar
"Rambatan dampak faktor-faktor tersebut tidak hanya terjadi pada perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan kita, tetapi juga dihadapi oleh seluruh negara di dunia," kata wanita yang akrab disapa Kiki itu dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Kamis (5/11/2026).
Akibat meningkatnya tekanan pasar keuangan global dan dampaknya pada penyesuaian portofolio investasi, OJK menetapkan adjustment atas target pertumbuhan di beberapa sektor per akhir 2026.
Rinciannya, sektor asuransi diproyeksikan tumbuh di kisaran 2%–4%, dana pensiun diproyeksikan tumbuh di rentang 4%–6%, aset program penjaminan diproyeksikan tumbuh 28%–30%, utamanya didorong oleh reklasifikasi aset terkait program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari industri asuransi ke industri penjaminan.
Selanjutnya sektor piutang pembiayaan diproyeksikan tumbuh di level 2%–4%. Kiki bilang erlambatan pertumbuhan piutang ini dipengaruhi oleh tekanan ekonomi global yang berdampak pada penjualan kendaraan bermotor serta penyesuaian pada tren pembiayaan investasi.
Meski merevisi target di sejumlah lini, OJK menegaskan bahwa sektor jasa keuangan secara umum masih berdaya tahan dan mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan solid.
Baca Juga: Piutang Pembiayaan Multifinance Capai Rp 518,34 Triliun per September 2026
Per September 2026, penyaluran kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 13,26% secara tahunan dengan kualitas yang terjaga, terlihat dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross di tingkat 2,07%.
Di saat yang sama, penghimpunan dana melalui pasar modal juga terus melaju tinggi hingga menembus angka Rp 209 triliun.
"Optimalisasi fungsi intermediasi akan terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, termasuk pembiayaan UMKM dan program prioritas nasional," imbuh Kiki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
