kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.114   -75,00   -0,41%
  • IDX 5.016   96,43   1,96%
  • KOMPAS100 647   15,03   2,38%
  • LQ45 513   11,95   2,38%
  • ISSI 166   2,61   1,60%
  • IDX30 289   5,97   2,11%
  • IDXHIDIV20 389   6,19   1,62%
  • IDX80 75   1,71   2,34%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 97   1,94   2,03%

Asuransi Kendaraan Listrik Punya Prospek Menjanjikan


Kamis, 05 November 2026 / 11:18 WIB
Asuransi Kendaraan Listrik Punya Prospek Menjanjikan
ILUSTRASI. Sejumlah asuransi umum menilai asuransi untuk segmen kendaraan listrik memiliki prospek menjanjikan ke depannya.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah asuransi umum menilai asuransi untuk segmen kendaraan listrik memiliki prospek menjanjikan ke depannya. Misalnya saja, PT Asuransi Central Asia (ACA) menilai prospek itu datang sering dengan bertambahnya jumlah adopsi kendaraan listrik dalam beberapa waktu ke belakang.

"Dengan tren adopsi yang pesat, prospek pasar asuransi kendaraan listrik ke depannya sangat menjanjikan," ungkap Kepala Divisi Motorcar & Miscellaneous ACA Teguh Iman Jaya kepada Kontan, Selasa (3/11/2026).

Sejalan dengan tingginya adopsi kendaraan listrik, Teguh mengungkapkan ACA juga meraup premi yang terbilang positif dari segmen itu. Dia menerangkan premi asuransi mobil listrik ACA tercatat sebesar Rp 94,6 miliar sepanjang 2025. 

Baca Juga: LPEI dan Maybank Kolaborasi Tingkatkan Plafon Pembiayaan Ekspor Jadi Rp 1,5 Triliun

"Memasuki tahun ini, pertumbuhannya makin terakselerasi, yang mana perolehan premi kami sudah mencapai Rp 95,4 miliar per Agustus 2026. Berhasil melampaui pencapaian setahun penuh pada 2025," tuturnya.

Teguh menyampaikan kinerja tersebut membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi kendaraan listrik mereka makin tinggi. Untuk menangkap peluang yang ada, dia bilang ACA siap hadir untuk memberikan perlindungan terbaik bagi konsumen kendaraan listrik. 

Sementara itu, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memandang segmen kendaraan listrik memiliki potensi untuk menjadi salah satu peluang pertumbuhan bisnis asuransi umum. Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana menerangkan hal itu seiring dengan perkembangan pasar dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan aset kendaraan.

Baca Juga: Data Historis Klaim Mobil Listrik Jadi Tantangan, Ini Strategi Jasindo Menyikapinya

"Peluang tersebut tidak hanya terletak pada pertumbuhan jumlah kendaraan listrik, tetapi juga pada kebutuhan terhadap solusi perlindungan yang mampu menjawab karakteristik risiko dan kebutuhan pemilik kendaraan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/11/2026).

Untuk menangkap peluang itu, Gema bilang industri asuransi perlu terus memperkuat pemahaman terhadap profil risiko kendaraan listrik, mengembangkan kapabilitas underwriting, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem kendaraan listrik.

Bagi Asuransi Jasindo, Gema menerangkan perkembangan segmen kendaraan listrik menjadi bagian dari dinamika industri yang perlu dicermati secara strategis. Dia bilang pengembangan bisnis harus dilakukan secara terukur, dengan tetap memperhatikan kesiapan pengelolaan risiko, kualitas portofolio, dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. 

Senada, PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) menilai segmen kendaraan listrik sebagai salah satu peluang pertumbuhan yang menjanjikan bagi industri asuransi umum.

Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok mengatakan peluangnya dipicu pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang konsisten dan dukungan pemerintah terhadap transisi energi.

"Ditambah, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan menjadi faktor pendorong utama," ujarnya kepada Kontan.

Linggawati menerangkan perkembangan ekosistem kendaraan listrik juga membuka peluang baru bagi industri asuransi untuk menyediakan perlindungan lainnya, seperti perlindungan baterai, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), risiko operasional armada kendaraan listrik, hingga berbagai produk asuransi yang mendukung rantai pasok industri kendaraan listrik.

Dengan makin matangnya pasar, Linggawati meyakini segmen kendaraan listrik akan menjadi salah satu kontributor pertumbuhan bisnis asuransi umum dalam beberapa tahun ke depan.

Terkait kinerja, Linggawati mengatakan permintaan perlindungan asuransi untuk kendaraan listrik juga menunjukkan tren yang positif, sejalan dengan penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Dia bilang jumlah polis kendaraan listrik yang diasuransikan di Great Eastern General naik sebesar 126% Year on Year (YoY) per Agustus 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×