Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk boleh unjuk gigi. Pencapaian laba bersihnya pada kuartal pertama tahun ini tembus Rp 14,66 miliar atau melesat 47,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 9,91 miliar.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi, pertumbuhan laba pada tiga bulan pertama ini ditopang oleh pendapatan anjak piutang yang naik enam kali lipat dari Rp 340,51 juta menjadi sebesar Rp 2,61 miliar.
Tidak cuma itu, pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan administrasi dan lain-lain juga mengalami peningkatan masing-masing 5,7%, 6,5% dan 362,8%. Secara keseluruhan, jumlah pendapatan meningkat 9,4% menjadi sebesar Rp 60,74 miliar.
Di sisi lain, jumlah bebannya terkendali bahkan tercatat turun tipis dari Rp 42,35 miliar pada kuartal pertama tahun lalu menjadi hanya Rp 42,06 miliar pada periode yang sama tahun ini. Penurunan jumlah beban lantaran beban pemasaran dan kerugian penurunan nilai.
Sampai 31 Maret 2015, jumlah beban yang dibayar Batavia Finance mencapai Rp 42,06 miliar. Adapun. Jika perseroan mampu mempertahankan kinerja kinclongnya sampai sisa tiga kuartal tahun ini, target laba bersih sebesar Rp 70,9 miliar hingga akhir tahun nanti bukan tak mungkin bakal tercapai.
Sebelumnya, Markus Dinanto Pranoto, Direktur Utama Batavia Finance mengatakan, pihaknya mengincar menyalurkan pertumbuhan pembiayaan baru hingga 20% di sepanjang tahun ini. Adapun, hingga akhir tahun lalu, total pembiayaan yang disalurkannya mencapai Rp 885 miliar.
Optimisme ini bukan isapan jempol, mengingat perseroan tengah banjir likuiditas setelah aksi penerbitan saham baru. Selain itu, perseroan juga telah menyeret turun bunga kredit hingga 100 basis poin atau 1%. "Sehingga, pembiayaan kami lebih bersaing," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News