kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bank Mandiri (BMRI) Naik 33,7% Menjadi Rp 55,1 Triliun pada Tahun 2023


Rabu, 31 Januari 2024 / 15:18 WIB
Laba Bank Mandiri (BMRI) Naik 33,7% Menjadi Rp 55,1 Triliun pada Tahun 2023
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabang Bank Mandiri Bintaro Tangerang Selatan, Senin (9/8). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/09/08/2021,


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2023 senilai Rp 55,1 triliun.  Capaian tersebut mengalami kenaikan 33,7% secara tahunan (year on year/YoY).

Dengan capaian tersebut, Bank Mandiri tetap menjadi salah satu bank pelat merah yang mencetak laba terbesar di tanah air. 

Adapun, salah satu penopang pertumbuhan laba tersebut adalah kenaikan pendapatan bunga bersih alias net interest income (NII) di periode tersebut. Bank Mandiri mencatat NII yang dimiliki senilai Rp 95,88 triliun atau naik 9,08% YoY.

Alhasil, net interest margin bank berlogo pita emas ini terkerek naik di level 5,48%. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya, NIM Bank Mandiri tercatat di level 5,47%.

Baca Juga: Andalkan Livin’, Bank Mandiri Targetkan Distribusi ORI025 Tembus Rp 3 Triliun

Di sisi lain, pendapatan non bunga Bank Mandiri juga mengalami kenaikan sebesar 15,5% YoY menjadi Rp 40,65 triliun. Sementara, beban operasional yang dicatatkan naik sebesar 1,14% YoY menjadi Rp 53,87 triliun.

”Sehingga cost ratio juga turun sehingga semakin efisien,” ujar Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo (31/1).

Dari sisi fungsi intermediasi, Bank Mandiri juga mampu mencatatkan kenaikan lebih tinggi dari industri yang sekitar 10,4% YoY. Bank tersebut menyalurkan kredit Rp 1.398,07 triliun sepanjang 2023 atau naik 16,3% YoY.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri juga tercatat naik 5,78% YoY menjadi Rp 1.576,95 triliun. Di mana, tabungan menjadi tumbuh paling tinggi sekitar 7,92% menjadi Rp 584,71 triliun.

”Tabungan dan giro menjadi penopang pertumbuhan DPK,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×