kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45883,06   -37,05   -4.03%
  • EMAS942.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.82%
  • RD.CAMPURAN -0.92%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Laba bersih Bank BNI melorot 63,9% pada kuartal III-2020, ini penyebabnya


Selasa, 27 Oktober 2020 / 11:00 WIB
Laba bersih Bank BNI melorot 63,9% pada kuartal III-2020, ini penyebabnya
Direksi BNI berbincang saat paparan kinerja Bank BNI Kuartal III 2020 di Jakarta, Selasa (27/10/2020)


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) pada kuartal III 2020 mencatatkan laba bersih Rp 4,32 triliun, turun 63,9% yoy dari Rp 11,97 triliun di akhir September 2019.

Bila dirinci, penurunan ini tak terlepas dari perlambatan dari pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang terbilang stagnan di kuartal III 2020 menjadi Rp 26,64 triliun. Meski begitu pendapatan non bunga bank berlogo 46 ini masih cukup positif dengan kenaikan sebesar 7,2% secara yoy menjadi Rp 8,71 triliun. 

Perlambatan perolehan pendapatan bunga itu juga membuat posisi margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) Bank BNI ikut menyusut 60 basis poin secara tahunan menjadi 4,3%. Akan tetapi, posisi tersebut sebenarnya masih lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi NIM BNI di tahun ini yang bakal ada di kisaran 3,7%-4,0% berdasarkan Presentasi Perusahaan di kuartal III 2020.

Beberapa rasio profitabilitas lain seperti return on equity (ROE) juga menurun sebesar 9,3% secara tahunan menjadi hanya sebesar 5,4% di kuartal III 2020 dari tahun sebelumnya 14,7%. Sedangkan return on asset (ROA) menurun 1,6% secara tahunan menjadi sebesar 0,9%. 

Baca Juga: Begini strategi BNI mendorong bisnis di tengah pandemi

Perlambatan perolehan laba perseroan ini juga bisa disebabkan oleh meningkatnya mitigasi risiko perseroan. Tercermin dari coverage ratio yang naik signifikan dari 159,2% di September 2019 menjadi sebesar 206,9% di akhir September 2020 atau meningkat sebanyak 47,6%. 

Wajar kalau BNI terus memupuk pencadangan yang cukup jumbo tahun ini. Sebab, kalau melihat posisi non performing loan (NPL) perseroan per kuartal III 2020 memang ada kenaikan cukup tinggi sebesar 1,8% menjadi 3,6%. 

Di samping itu, loan at risk (LAR) untuk kredit yang direstrukturisasi terkait Covid-19 juga meninggi hingga mencapai 28,7%. 

Direktur IT dan Operasi BNI Y.B Hariantono mengatakan, peningkatan coverage ratio ini merupakan langkah strategis yang diambil perseroan untuk meredam potensi risiko kredit yang sedang tinggi di masa pandemi. 

"Langkah mitigasi kredit, kami ingin tumbuh selektif dan prudent. Dengan memperhatikan prospek dan kemampuan bayar debitur," katanya dalam paparan kinerja kuartal III 2020 secara virtual, Selasa (27/10). 

Asal tahu saja, pada kuartal III-2020 realisasi kredit BNI masih tumbuh sebesar 4,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 582,38 triliun. 

Di sisi lain, realisasi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh signifikan sebesar 21,4% yoy menjadi Rp 705,09 triliun dari periode setahun sebelumnya Rp 580,97 triliun. Pertumbuhan DPK yang signifikan tersebut tentunya ikut menopang peningkatan aset perseroan yang kini telah menembus Rp 916,95 triliun atau meningkat 12,5% secara tahunan. 

Selanjutnya: Hingga kuartal III 2020, aset BNI tumbuh 12,5% yoy

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Corporate Valuation Model Presentasi Bisnis yang Persuasif

[X]
×