Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk atau BFI Finance (BFIN) mencatatkan kinerja positif per kuartal III-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan laba bersih perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, BFI Finance mencatatkan laba bersih Rp 1,31 triliun per kuartal III-2026.
Nilainya tumbuh sebesar 11,96%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,17 triliun.
Jika ditelaah, pencapaian pertumbuhan laba didorong keberhasilan BFI Finance dalam meningkatkan jumlah pendapatan dan menjaga beban tetap terkendali.
Baca Juga: BFI Finance Sudah Penuhi Aturan Free Float 15%
Jumlah pendapatan perusahaan BFIN tercatat Rp 5,2 triliun per kuartal III-2026. Nilai tersebut meningkat 3,58%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 5,02 triliun.
Kontributor utama pendapatan perusahaan per kuartal III-2026 disumbang pos piutang pembiayaan sebesar Rp 4,80 triliun. Diikuti pos pendapatan lain-lain yang sebesar Rp 215,17 miliar.
Jumlah beban Buana Finance tercatat Rp 3,57 triliun per kuartal III-2026. Nilainya menurun sebesar 0,28%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,58 triliun.
Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri pembiayaan, BFI Finance terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.
Hingga kuartal III-2026, Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menerangkan perusahaan fokus menjaga kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari upaya mempertahankan ketahanan finansial, serta keberlanjutan bisnis.
Sutadi bilang tantangan daya beli masyarakat dan dinamika pasar keuangan menuntut perusahaan pembiayaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, pengelolaan risiko, dan efisiensi operasional.
Baca Juga: BFI Finance Catat Piutang Pembiayaan Syariah Tumbuh 7,9% hingga Semester I-2026
Dalam menghadapi kondisi tersebut, dia menyebut BFI Finance terus adaptif dengan mengelola portofolio secara prudent, melakukan diversifikasi pembiayaan, serta optimalisasi proses bisnis untuk menjaga efisiensi dan kualitas kinerja.
“Kami juga terus melakukan diversifikasi portofolio dan mengoptimalkan proses bisnis melalui otomatisasi untuk menjaga efisiensi operasional, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (30/10).
Sutadi menyampaikan upaya akselerasi kinerja perusahaan per kuartal III-2026 juga tercermin pada nilai penyaluran pembiayaan baru (new booking) yang meningkat sebesar 9,1% secara kuartalan dengan nilai mencapai Rp 5,6 triliun.
Laju penyaluran pembiayaan itu utamanya ditopang oleh segmen produktif modal kerja yang menyumbang Rp 3,7 triliun dan segmen investasi sebesar Rp 970,1 miliar, di samping permintaan yang tetap tinggi pada lini pembiayaan kendaraan bekas.
Sutadi menerangkan total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) per kuartal III-2026 sebesar Rp 26,8 triliun.
Dia menyampaikan pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua, masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan BFI Finance, dengan porsi 58,1%.
"Pembiayaan mobil melalui showroom rekanan berkontribusi sebesar 18,5%, diikuti pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 14,4%, serta pembiayaan dengan jaminan sertifikat properti dan kategori lainnya sebesar 9%," tuturnya.
Baca Juga: Laba BFI Finance Naik 8,7% di Semester I-2026, Pembiayaaan Capai Rp 10,7 Triliun
Dari sisi kualitas pembiayaan, Sutadi menerangkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,33% secara bruto dan 0,21% secara neto per kuartal III-2026.
Angka tersebut berada di bawah rata-rata industri multifinance yang masing-masing mencapai 3,04% secara bruto dan 0,83% secara neto berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026.
Sutadi menambahkan, Return on Asset (RoA) perusahaan sebesar 8,7%, dengan Return on Equity (RoE) sebesar 15,8% per kuartal III-2026.
Dari sisi pendanaan secara kuartalan, dia menyebut perusahaan berhasil menekan cost of fund menjadi 6,8% atau turun tipis dari 6,9% pada kuartal sebelumnya, sedangkan gearing ratio sebesar 1,1 kali.
BFI Finance juga terus menjaga likuiditas dan pengelolaan pendanaan untuk mendukung kelangsungan operasional serta pemenuhan kewajiban keuangan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Sutadi menyampaikan perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2024 Seri B yang jatuh tempo pada 25 September 2026.
Baca Juga: BFI Finance Optimistis Pembiayaan Mobil Bekas Tumbuh Positif, Ini Strateginya
Ke depan, dia bilang pihaknya akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, menjaga kualitas portofolio, dan memperkuat efisiensi operasional.
"Kami meyakini bahwa disiplin manajemen risiko dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan merupakan fondasi penting untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” ungkap Sutadi.
Sutadi menjelaskan ketahanan itu memberikan ruang kapitalisasi yang sangat luas untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan di masa mendatang.
Jika menilik lebih lanjut dalam laporan keuangan, nilai ekuitas perusahaan mencapai Rp 11,41 triliun, aset mencapai Rp 24,88 triliun, sedangkan liabilitas sebesar Rp 13,47 triliun per kuartal III-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














