kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Fuji Finance Indonesia (FUJI) tumbuh dua kali lipat di 2019


Rabu, 11 Maret 2020 / 12:34 WIB
Laba Fuji Finance Indonesia (FUJI) tumbuh dua kali lipat di 2019
ILUSTRASI. Ilustrasi saat pencatatan perdana saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di bisnis pembiayaan untuk mesin industri, pembangkit listrik dan semua jenis kendaraan termasuk truk dan bus untuk transportasi PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) berhasil membukukan laba bersih tumbuh dua kali lipat atau 152% di tahun 2019 lalu. 

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2019, pendapatan FUJI melesat 90% dari Rp 5,39 miliar di 2018 menjadi Rp 10,29 miliar pada akhir 2019 lalu. Kontribusi pertumbuhan paling besar berasal dari segmen pembiayaan konsumen yang melejit 275% dari sebelumnya Rp 1,48 miliar di 2018 menjadi Rp 4,26 miliar. 

Selanjutnya, kontribusi terbesar kedua didapat FUJI dari pembiayaan modal usaha sebesar Rp 2,99 miliar, dilanjutkan dengan pendapatan bunga Rp 2,51 miliar dan terakhir dari pendapatan lain-lain Rp 515 miliar. 

Baca Juga: Laba Naik Lebih dari Tiga Kali Lipat, Ini Kinerja Fuji Finance (FUJI)

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba tahun berjalan FUJI tumbuh 152% dari sebelumnya Rp 2,35 miliar di 2018 menjadi Rp 5,95 miliar. 

Di sisi lain, FUJI mencatatkan naiknya jumlah aset dan kewajiban lebih dari 20%. Jumlah aset Fuji Finance dari sebelumnya Rp 99,18 milliar di 2018 menjadi Rp 136,69 miliar. Adapun untuk kewajiban atau liabilitinya sebesar Rp 1,12 miliar. 

"Kenaikan aset pada laporan 31 Desember 2019 disebabkan penerimaan dana hasil penawaran umum dan naiknya jumlah pembiayaan yang disalurkan," jelas Direktur FUJI Anita Marta dalam keterangan tertulis di keterbukaan informasi, Rabu (11/3). 

Sedangkan, perubahan total kewajiban yang tumbuh lebih dari 20%  karena kenaikan PPh badan terhutang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×