kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Laba Indonesia Eximbank (LPEI) Tumbuh 13% pada Semester I-2025, Capai Rp 101 Miliar


Minggu, 31 Agustus 2025 / 17:03 WIB
Laba Indonesia Eximbank (LPEI) Tumbuh 13% pada Semester I-2025, Capai Rp 101 Miliar
ILUSTRASI. Indonesia Eximbank mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang mencapai sebesar Rp 101 miliar sepanjang semester I-2025


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Eximbank (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang mencapai sebesar Rp 101 miliar sepanjang semester I-2025.

Pelaksana Tugas Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sukatmo Padmosukarso menyampaikan, laba bersih tersebut tumbuh sebesar 13% secara tahunan (YoY).

"Peningkatan ini didukung oleh rasio kecukupan modal (CAR) yang terjaga tinggi di level 37,3%," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/8/2025).

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (NPF Net) juga membaik dari 4,5% menjadi 4,1% sepanjang semester I-2025. Sukatmo menyebut, perbaikan tersebut menunjukkan efektivitas strategi perbaikan kualitas aset melalui pengelolaan portofolio Loan at Risk dan optimalisasi recovervy.

Baca Juga: Kinerja Positif, Indonesia Eximbank Fokus Pelaksanaan Mandat Dorong Ekspor Nasional

Dari sisi kualitas aset produktif, pembiayaan yang dikelola oleh Business Unit tercatat relatif stabil dengan nilai mencapai Rp 30,1 triliun pada Juni 2025. Di sisi lain, volume penjaminan tercatat sebesar Rp 7,3 triliun dan volume asuransi ekspor terjaga di level Rp 4,6 triliun. Volume transaksi trade finance juga mengalami pemulihan positif sebesar Rp10,7 triliun. 

“Kinerja Indonesia Eximbank pada semester pertama 2025 mencerminkan komitmen kami untuk memperbaiki kualitas aset dan menjaga kesehatan keuangan, dengan tetap fokus dalam menjalankan mandat melalui penugasan khusus ekspor secara berkelanjutan," tuturnya.

Indonesia Eximbank sebagai lembaga keuangan dalam mendukung program ekspor nasional melaksanakan tugas khusus dari Pemerintah melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA), yaitu Program yang diberikan oleh Pemerintah untuk mendukung transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, namun dianggap penting untuk menunjang kebijakan ekspor nasional dan devisa Indonesia.

Pada Semester I 2025, total penyaluran pembiayaan PKE mencapai Rp 5,5 triliun atau meningkat sekitar 72% (YoY) dari Rp 3,190 triliun pada Juni 2024. Secara proporsi, fasilitas pembiayaan PKE juga meningkat dari 10% menjadi 15% dari total portofolio skema fasilitas pembiayaan LPEI. 

Hal ini sejalan dengan strategi lembaga untuk meningkatkan diversifikasi dukungan melalui program PKE, yang mencakup pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk sektor-sektor strategis dan kawasan non-tradisional.

Berbagai program PKE telah mengakselerasi sektor-sektor industri strategis, salah satunya adalah program PKE Industri Farmasi yang telah mendorong ekspor vaksin, obat-obatan seperti obat tetes mata, dan peralatan medis seperti jarum suntik hasil produksi Indonesia kemancanegara. 

Baca Juga: KB Bank dan Indonesia Eximbank Jalin Sinergi Untuk Perkuat Pembiayaan Ekspor Nasional

Selain aspek keuangan, Indonesia Eximbank juga mencatat kinerja positif pada pelaksanaan mandat non-keuangan dalam bentuk layanan jasa konsultasi, seperti Program Desa Devisa dan Coaching Program for New Exporter (CPNE) sebagai bentuk nyata kontribusi Indonesia Eximbank terhadap pembangunan ekonomi lokal. 

Sepanjang semester I-2025, Indonesia Eximbank telah mendampingi 192 Desa Devisa baru dari berbagai komoditas, menjadikan jumlah Desa Devisa binaan Indonesia Eximbank mencapai 2.037 Desa Devisa sejak 2019. Program CPNE juga mengalami peningkatan dengan sebanyak 647 peserta mengikuti berbagai kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas ekspor dari Indonesia Eximbank.

Indonesia Eximbank juga berhasil mencetak 209 eksportir baru dengan nilai ekspor mencapai Rp 4,3 miliar dan membantu UKM Indonesia memperluas aktivitas ekspornya melalui 25 sesi business matching dengan nilai transaksi Rp 1,86 miliar. 

“Kami meyakini bahwa pendampingan ini menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing produk ekspor, dari tingkat desa hingga nasional,” ujar Sukatmo.

Ke depan, prioritas akan diberikan pada skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE), sambil tetap melayani penugasan umum. Lembaga ini juga akan menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor jangka pendek dan panjang, serta solusi pembiayaan bagi perusahaan Indonesia yang berinvestasi atau menjalankan proyek di luar negeri yang tidak dapat dibiayai oleh perbankan Indonesia.

Selanjutnya: Duel Top! Liverpool vs Arsenal, Live Streaming, Prediksi dan Jadwal Liga Inggris

Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×