Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan laba bersih industri multifinance mencapai Rp 17,38 triliun per Agustus 2026.
"Nilainya tumbuh 19,04%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).
Melihat tren tersebut, Agusman memperkirakan laba industri multifinance tetap dapat tumbuh positif hingga akhir 2026. Dia sempat menyampaikan ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja laba, yakni kinerja pembiayaan, upaya efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.
Baca Juga: HSBC Indonesia Bidik Nasabah Baru Jelang Pelepasan Bisnis Wealth Management 2027
Lebih lanjut, OJK juga sempat menyampaikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mencapai 100 basis poin (bps) dan kini masih berada di level 5,75% dapat memengaruhi profitabilitas industri.
Agusman menerangkan, kenaikan suku bunga acuan berpotensi menekan profitabilitas industri, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate.
Oleh karena itu, dia sempat mengimbau kepada perusahaan multifinance untuk memperkuat manajemen risiko, tata kelola, serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh 1,68% secara tahunan atau Year on Year (YoY).
Baca Juga: Nilai Simpanan Industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Tumbuh 7,70% per Agustus 2026
Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 sebesar 3,04%, atau meningkat dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














