kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Tumbuh 19,04%, Laba Bersih Multifinance Mencapai Rp 17,38 Triliun per Agustus 2026


Kamis, 08 Oktober 2026 / 18:10 WIB
Tumbuh 19,04%, Laba Bersih Multifinance Mencapai Rp 17,38 Triliun per Agustus 2026
ILUSTRASI. Perolehan laba bersih industri multifinance mencapai Rp 17,38 triliun per Agustus 2026 atau naik 19,04% secara tahunan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan laba bersih industri multifinance mencapai Rp 17,38 triliun per Agustus 2026.

"Nilainya tumbuh 19,04%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (8/10/2026).

Melihat tren tersebut, Agusman memperkirakan laba industri multifinance tetap dapat tumbuh positif hingga akhir 2026. Dia sempat menyampaikan ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja laba, yakni kinerja pembiayaan, upaya efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.

Baca Juga: HSBC Indonesia Bidik Nasabah Baru Jelang Pelepasan Bisnis Wealth Management 2027

Lebih lanjut, OJK juga sempat menyampaikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang mencapai 100 basis poin (bps) dan kini masih berada di level 5,75% dapat memengaruhi profitabilitas industri.

Agusman menerangkan, kenaikan suku bunga acuan berpotensi menekan profitabilitas industri, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate. 

Oleh karena itu, dia sempat mengimbau kepada perusahaan multifinance untuk memperkuat manajemen risiko, tata kelola, serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026, atau tumbuh 1,68% secara tahunan atau Year on Year (YoY).

Baca Juga: Nilai Simpanan Industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Tumbuh 7,70% per Agustus 2026

Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 sebesar 3,04%, atau meningkat dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×