kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Laba pembiayaan syariah raih Rp 1,48 triliun di Q3


Jumat, 17 November 2017 / 11:54 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pembiayaan syariah semakin prospektif hingga September 2017. Penetrasi pasar yang semakin terbuka menjadi katalis pendongkrak tumbuhnya industri ini.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan industri pembiayaan syariah hingga kuartal ketiga 2017 mencapai Rp 6,79 triliun. Pendapatan pembiayaan syariah tumbuh 25% dari realisasi periode yang sama tahun kemarin yang tercatat Rp 5,43 triliun.

Perolehan ini juga berimbas pada realisasi laba perusahaan pembiayaan. Hingga September tahun ini, laba pembiayaan syariah mencapai Rp 1,48 triliun. Laba pembiayaan syariah melompat 65% secara year on year (yoy) yang baru mencapai angka Rp 899 miliar.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno optimistis ceruk pasar industri ini akan semakin terbuka lebar di beberapa waktu mendatang.

Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim menjadi katalis pendongkrak pertumbuhan industri ini nantinya. Apalagi, saat ini sudah terlihat perkembangan di beberapa kota besar yang terkenal dengan banyaknya pesantren seperti Aceh, Gorontalo, Jawa Timur, Jawa Tengah dan sebagainya.

"Akan terus bertumbuh, tapi secara bertahap tidak langsung melonjak," kata Suwandi kepada Kontan.co.id, baru-baru ini.

Tentunya sosialisasi yang terus dimaksimalkan guna memberikan pengetahuan mengenai pembiayaan syariah kepada masyarakat awam. Baik syariah maupun konvensional, Suwandi memproyeksikan pertumbuhan sekitar 7%-10% hingga tutup tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×