kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Laba Sebelum Pajak Superbank Melonjak 376% Jadi Rp 385 Miliar hingga September 2026


Rabu, 28 Oktober 2026 / 19:11 WIB
Laba Sebelum Pajak Superbank Melonjak 376% Jadi Rp 385 Miliar hingga September 2026
ILUSTRASI. Pencatan Perdana Saham Superbank (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 385 miliar hingga September 2026. Capaian tersebut melonjak 376% secara tahunan atau year on year (YoY).

Pertumbuhan kinerja Superbank ditopang ekspansi bisnis yang tercermin dari peningkatan dana pihak ketiga (DPK), kredit, dan pendapatan bunga bersih. DPK Superbank tumbuh 79,3% YoY menjadi Rp 17,6 triliun, sementara total kredit meningkat 52,6% YoY menjadi Rp 13,8 triliun.

Di sisi lain, total aset Superbank mencapai Rp 27,5 triliun, tumbuh 66,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Basis nasabah bank digital yang didukung Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS ini juga telah melampaui 8 juta nasabah.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan tidak hanya berfokus pada penambahan nasabah, tetapi juga menjaga kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan yang diberikan.

"Pertumbuhan simpanan yang kuat menjadi fondasi bagi Superbank untuk memperkuat bisnis dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap Tigor dalam siaran pers, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Superbank Beri Pembiayaan untuk Pengadaan 200 Mobil Listrik GrabCar Plus Electric

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) Superbank mencapai Rp 1,56 triliun hingga September 2026, tumbuh 41,9% YoY.

Efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan. Rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) tercatat sebesar 54,16%. Sementara itu, rasio imbal hasil terhadap ekuitas sebelum pajak atau pre-tax return on equity (ROE) meningkat menjadi 6,23%, dari 2,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Superbank juga mencatatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 73,26%.

Untuk memperluas bisnis, Superbank terus mengintegrasikan layanan keuangan dengan ekosistem digital. Melalui produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS), pengguna Grab dan OVO dapat mengakses pembiayaan langsung dari aplikasi masing-masing tanpa perlu mengunduh aplikasi Superbank.

Pada kuartal III-2026, Superbank juga meluncurkan fitur Top-Up & Bayar untuk memfasilitasi transaksi harian, mulai dari pengisian saldo dompet digital, pembelian pulsa, hingga pembayaran tagihan.

Selain itu, Superbank berkolaborasi dengan Grab dalam pengadaan ratusan kendaraan listrik untuk armada GrabCar Plus Electric. Perseroan menyatakan akan terus memperkuat integrasi ekosistem digital dan menjaga pengelolaan bisnis secara prudent memasuki kuartal IV-2026.

Baca Juga: Superbank Bukukan Laba Rp 182,6 Miliar pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×