CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Lakukan mitigasi risiko, bank syariah pupuk pencadangan


Minggu, 11 Oktober 2020 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor cabang BRI Syariah


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Dana pemerintah dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 1 triliun yang akan ditempatkan di bank ini akan fokuskan untuk sektor-sektor tersebut. Dengan dana PEN itu, perseroan optimis pembiayaan tumbuh 2%-5% tahun ini. Adapun hingga Agustus baru tercatat tumbuh 0,9% YoY.

Sementara BCA Syariah akan melakukan pencadangan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. John Kosasih, Presiden Direktur BCA Syariah mengatakan, pencadangan itu akan dinamis dipengaruhi banyak faktor seperti appraisal, biaya asuransi, dan lain-lain.  Sehingga perseroan akan menyesuaikan pencadangan dengan faktor-faktor tersebut. 

Baca Juga: Omnibus law UU Cipta Kerja ciptakan masalah baru bidang pertanahan bernama Bank Tanah

Namun, proyeksi BCA Syariah pencadangan akan stabil dari posisi Juni. Sebab NPF perseroan cenderung turun dimana per Agustus tercatat 0,5% secara gross dan 0,01% secara net. Adapun pembiayaan yang sudah direstrukturisasi perseroan mencapai 13% dari total portofolio. 

PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) akan terus memupuk pencadangan untuk mengantisipasi risiko pembiayaan meski ada relaksasi restrukturisasi pembiayaan terdampak Covid-19. Hingga akhir tahun, perseroan akan meningkatkan pencadangan di atas 100%. "Saat ini coverage (NPF) kita 88% dan akan terus kita tingkatkan," ujar Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi.

BRI Syariah juga masih terus mengamati perkembangan kondisi debitur terdampak Covid-19 yang telah direstruktrukturisasi. Saat ini memang semua masuk kategori lancar, tetapi dari pengamatan  perseroan ada beberapa nasabah dari kolektibilitas 1 turun ke kolektabilitas 2. Perseroan masih akan melihat ke depan ada berapa  debitur yang berpotensi turun dari kolektabilitas 2. 

Selanjutnya: Pefindo tegaskan peringkat idA- Untuk Hartadinata Abadi (HRTA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×