kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Likuiditas tiga bank besar dan menengah ini masih aman terkendali


Senin, 15 Juni 2020 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di salah satu bank swasta di Jakarta, Rabu (1/4). Bank Indonesia mencatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan per Februari 2020 sebesar Rp5.806,9 triliun, atau tumbuh 7,5 persern secara tahunan (year-on-ye


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Oleh karena itu, Bank Mandiri sejauh ini belum memanfaatkan fasilitas term repo Bank Indonesia (BI) meskipun sudah melakukan restrukturisasi kredit cukup besar terhadap debitur terdampak Covid-19.

Hingga 7 Juni 2020, perseroan telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 404.000 debitur dengan jumlah baki debet kredit sebesar Rp 99 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 51,6 triliun berasal dari wholesale banking yakni korporasi dan komersial, sisanya dari ritel dan lain-lain.

Baca Juga: Bertransformasi jadi bank digital, berikut tiga strategi Bank Mandiri

Sementara pipeline kredit yang akan direstrukturisasi Bank Mandiri mencapai Rp 123,1 triliun lagi, dimana porsi segmen wholesale mencapai Rp 72,9 triliun dan segmen ritel Rp 50,2 triliun.

PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS) juga belum memanfaatkan fasilitas term repo yang disediakan Bank Indonesia (BI). Pasalnya, menurut Sadhana Priatmadja, Direktur BWS, kondisi likuiditas perseroan masih baik-baik saja saat ini. "Sumber penguatan likuiditas BWS saat ini dari DPK dan pinjaman dari pemegang saham (Wooribank Korea)," Tandas Sadhana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×