kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Lima BUMN keuangan ajukan PMN Rp 7 T


Senin, 06 Juni 2016 / 21:27 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor keuangan diajukan pemerintah untuk mendapat Penyertaan Modal negara (PMN) 2016.Tambahan modal BUMN guna menyokong rencana kerja pemerintah.

Adapun kelima BUMN Keuangan antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 4,16 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 1 triliun. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) senilai Rp 1 triliun. Lalu PT Askrindo dan Perum Jamkrindo masing-masing Rp 500 miliar.

Rahardjo Adisusanto, Direktur Utama SMF menyebut penambahan modal sebesar Rp 1 triliun menguntungkan SMF. Pertama, modal dan ekuitas SMF bertambah menjadi Rp 6 triliun. Kedua, meningkatkan kapasitas pembiayaan jangka panjang. Ketiga, mendukung program satu juta rumah yang ditetapkan pemerintah.

"Modal kami makin baik dengan adanya tambahan pendanaan. Selama ini sumber pendanaan kami berasal dari obligasi," ujar Rahardjo, Senin (6/5).

Antonius Chandra, Direktur utama Askrindo menambahkan, ekuitas perusahaan akan naik menjadi Rp 7 triliun dengan adanya PMN dari posisi saat ini di angka Rp 6 triliun.

Selain itu, Askrindo akan memanfaatkan PMN tersebut memperbesar investasi. Antonius menjelaskan, penggunaaan PMN dapat ditempatkan pada surat berharga dan deposito. Cara ini agar mendapatkan return yang baik menutup kemungkinan terjadi klaim.

PMN yang diterima BUMN tersebut guna mensukseskan sejumlah program pemerintah. Misalnya, untuk SMF menyokong program satu juta rumah. Sedangkan bagi Askrindo dan Jamkrindo untuk menjamin penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sementara SMI dan PII untuk proyek infrastruktur.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×