kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Meski Laba Turun, Maybank Sekuritas Percaya Target Harga BBNI di Rp 5.000


Senin, 09 Februari 2026 / 18:46 WIB
Meski Laba Turun, Maybank Sekuritas Percaya Target Harga BBNI di Rp 5.000
ILUSTRASI. Paparan kinerja BNI tahun 2025 (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy atas saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) serta menaikkan target harga menjadi Rp 5.000 per saham. Penyesuaian ini seiring dengan perubahan basis valuasi ke 1,06x tahun 2026 price to book value (P/BV) dari sebelumnya P/BV tahun 2025 di 1x.

Analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dalam riset pada 6 Februari 2026 mengatakan kinerja laba BBNI secara keseluruhan relatif sesuai ekspektasi, dengan pertumbuhan kredit yang memberikan kejutan positif.

“Kinerja laba secara umum masih inline, dengan pertumbuhan kredit yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, potensi kenaikan margin kami nilai masih terbatas,” ujar Jeffrosenberg.

Baca Juga: IHSG Naik di Awal Pekan, Cek Rekomendasi Teknikal: BRIS, BUKA, ICBP, Selasa (10/2)

Pada tahun buku 2025, laba bersih BBNI tercatat sebesar Rp 20 triliun, turun 6,6% secara tahunan. Realisasi ini setara dengan 97% dari estimasi Maybank Sekuritas dan 98% dari konsensus pasar.

Pendapatan bunga bersih BBNI relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,4% secara yoy, sementara beban provisi meningkat tajam 18,4% secara tahunan. Kenaikan provisi terutama disebabkan oleh management overlay terkait dampak banjir di Sumatra serta pelemahan pada segmen kredit ritel.

Ke depan, tekanan margin diperkirakan masih berlanjut seiring penyesuaian imbal hasil kredit ke level yang lebih rendah. Maybank Sekuritas memproyeksikan Net Interest Margin (NIM) BBNI berada di kisaran 3,7% pada tahun 2026 dan 3,8% pada tahun 2027.

Seiring tekanan margin tersebut, Maybank Sekuritas menurunkan proyeksi laba tahun 2026 BBNI sebesar 3%. Adapun risiko utama terhadap rekomendasi ini mencakup potensi kenaikan beban operasional secara tiba-tiba serta penurunan kualitas kredit yang lebih buruk dari perkiraan.

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan kredit BBNI pada tahun 2025 tercatat sangat kuat, dengan akselerasi mencapai 10,8% secara kuartalan (QoQ) dan 15,9% yoy, jauh melampaui estimasi analis maupun panduan manajemen.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh kredit ke korporasi BUMN yang melonjak 59,9% yoy diikuti oleh segmen usaha menengah sebesar 19,9% yoi dan kredit konsumer sebesar 9,6% YoY. Sementara segmen lainnya mencatat pertumbuhan yang lebih terbatas atau mengalami kontraksi.

Baca Juga: Salurkan Kredit Koperasi Merah Putih, BNI Yakin Margin Tetap Terjaga

Jeffrosenberg menilai sebagian pertumbuhan di atas ekspektasi tersebut berasal dari penyaluran kredit kepada Agrinas(perusahaan non-terbuka) dalam rangka program koperasi desa.

“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit BBNI akan kembali normal ke sekitar 8,5% tahunan pada tahun 2026, dengan potensi upside apabila transmisi program pemerintah dan daya beli konsumen membaik lebih kuat dari perkiraan,” jelasnya.

Kualitas aset BBNI juga menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Rasio Loan at Risk (LAR) dan Non-Performing Loan (NPL) masing-masing turun menjadi 8,47% dan 1,93%, dari sebelumnya 10,32% dan 1,97%.

Meski biaya kredit meningkat menjadi 1,5% pada kuartal IV tahun 2025 atau naik 40 basis poin QoQ, peningkatan ini dinilai bersifat sementara dan lebih mencerminkan langkah kehati-hatian manajemen terkait banjir di Sumatra serta pelemahan di segmen ritel.

Dengan rasio pencadangan yang solid dan NPL coverage mencapai 205,5%, Maybank Sekuritas memperkirakan biaya kredit BBNI akan menurun ke sekitar 1,1% pada tahun 2026.

Pada tahun 2026, Maybank Sekuritas memperkirakan laba bersih BBNI akan mencapai Rp 22,22 triliun. Sementara pada tahun 2027 diperkirakan bisa mencapai Rp 24,92 triliun. 

Selanjutnya: Pertamina NRE dan Medco Jajaki Potensi Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Simak Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (10/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×