kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.018   55,00   0,31%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

LinkAja sudah menyalurkan pembiayaan UMi senilai Rp 1 miliar


Selasa, 17 Desember 2019 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Logo LinkAja


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai pemegang izin uang elektronik LinkAja memperluas layanan.

Direktur Operasi LinkAja Haryati Lawidjaja menyatakan salah satu pencapaian yang sudah dilakukan perusahaan adalah ikut menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Baca Juga: Agresif marketing, pengguna e-money berbasis server bermekaran di penghujung tahun

Ia menyebut, layanan ini merupakan buah hasil kerja sama antara LinkAja dengan Kementerian Keuangan. Pembiayaan ini menyasar pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan akses kredit usaha rakyat (KUR).

UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi.

“Di sini kita (LinkAja) menjadi penyalur pembiayaan produktif usaha ultra mikro. Hingga saat ini LinkAja sudah menyalurkan pembiayaan UMi senilai Rp 1 miliar kepada 200 orang. Hal ini mulai sejak September 2019,” ujar Haryati kepada Kontan.co.id pada Selasa (17/12).

Baca Juga: Pengguna LinkAja telah mencapai 40 juta, 52% dari Pulau jawa

Ia menjelaskan lebih lanjut, dana dari PIP nantinya tetap ditampung oleh himpunan bank himbara yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Namun distribusi pembiayaan UMi ini dilakukan lewat LinkAja. Lantaran pemerintah sudah punya daftar yang akan mendapatkan program ini.




TERBARU

[X]
×