kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Livin’ by Mandiri Tembus 42,1 Juta Pengguna, Dorong Inovasi Layanan


Minggu, 04 Oktober 2026 / 15:15 WIB
Livin’ by Mandiri Tembus 42,1 Juta Pengguna, Dorong Inovasi Layanan
ILUSTRASI. Bank Mandiri (Bank Mandiri/Bank Mandiri)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk terus mengembangkan layanan digital Livin’ by Mandiri setelah lima tahun beroperasi. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin’ telah mencapai 42,1 juta pengguna.

SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap menyebut, peran Livin’ dalam layanan perbankan juga semakin besar. Saat ini, sembilan dari 10 nasabah baru Bank Mandiri melakukan pembukaan rekening secara langsung melalui Livin’. 

Selain itu, 89% dari total saldo tabungan Bank Mandiri dikontribusikan oleh nasabah Livin’. Dari situ, ia bilang kebutuhan nasabah terhadap layanan digital kini tak lagi sebatas transaksi perbankan.

Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik CNAF Naik 68% Jadi Rp 1,41 Triliun per Agustus 2026

"Selama hampir lima tahun ini, kami melihat perubahan kebutuhan nasabah dari yang awalnya fokus pada kemudahan bertransaksi, kini bergerak menuju pengelolaan aset dan pencarian solusi pembiayaan yang paling menguntungkan bagi nasabah," ujar Yanto dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (4/10/2026).

Sejalan dengan perubahan tersebut, Bank Mandiri memperluas fitur Livin’ untuk mengintegrasikan layanan investasi dan pembiayaan. Salah satunya melalui fasilitas Kredit Agunan SBN dan Kredit Agunan Deposito.

Melalui fasilitas tersebut, SBN Perdana maupun SBN Sekunder yang telah dimiliki nasabah dapat dijadikan agunan untuk memperoleh kredit. Dengan demikian, nasabah tak perlu mencairkan investasi ketika membutuhkan dana segar.

Deposito yang dimiliki nasabah juga dapat digunakan sebagai cash collateral. Pengajuan kedua fasilitas tersebut dapat dilakukan melalui Livin’ tanpa perlu menghubungi pegawai cabang maupun melengkapi dokumen tambahan.

"Inovasi yang sekarang kami hadirkan di Livin’ membuat nasabah tidak hanya mudah berinvestasi, tetapi juga dapat menggunakan aset investasinya sebagai solusi untuk mendapatkan pembiayaan yang mendukung berbagai tujuan finansial nasabah," kata Yanto.

Selain kredit berbasis aset investasi, Bank Mandiri mengembangkan pembiayaan untuk kebutuhan kepemilikan rumah melalui Livin’ KPR. Nasabah dapat mencari rumah baru dari pengembang yang tersedia dalam katalog Livin’, maupun mengajukan pembiayaan untuk rumah sekunder.

Livin’ KPR juga dilengkapi simulasi yang memperhitungkan kemampuan nasabah secara lebih detail. Hasil simulasi tersebut dapat menjadi penawaran kredit bagi nasabah.

Setelah memiliki rumah, nasabah juga dapat memanfaatkannya sebagai agunan untuk memperoleh dana tunai.

Di sisi investasi, Livin’ juga mengintegrasikan berbagai instrumen dalam satu platform. Nasabah dapat membeli reksa dana dengan modal mulai Rp 10.000, berinvestasi pada SBN Perdana dan SBN Sekunder, hingga melakukan transaksi saham.

Seluruh instrumen investasi tersebut terintegrasi dalam portofolio Livin’ sehingga nasabah dapat memantau dan mengelola asetnya melalui satu platform.

Yanto menegaskan pengembangan Livin’ ke depan tak cuman berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada kebutuhan finansial nasabah.

"Inovasi teknologi yang kami hadirkan di Livin’ bukan sekadar tentang kecanggihan sistem, melainkan tentang bagaimana kami bisa memberikan dampak yang nyata," pungkas Yanto.

Baca Juga: Prudential Soroti Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×