kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mandiri Utama Finance Targetkan Penyaluran Kredit Rp 11,7 Triliun di Semester II-2023


Kamis, 17 Agustus 2023 / 06:23 WIB
Mandiri Utama Finance Targetkan Penyaluran Kredit Rp 11,7 Triliun di Semester II-2023
ILUSTRASI. Mandiri Utama Finance (MUF) targetkan pembiayaan capai Rp 11,7 triliun di semester II-2023


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan atau multifinance Mandiri Utama Finance (MUF) menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 11,7 triliun pada semester II-2023.

Direktur Utama MUF Stanley Setia mengatakan, target pembiayaan tersebut lebih tinggi dari pada realisasi pembiayaan di semester I-2023. Asal tahu saja, MUF telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 10,07 triliun di semester I-2023. Angka itu naik 29,1% secara year on year (YoY).

"Pada semester II-2023 ditargetkan dapat tersalurkan sebesar Rp 11,7 triliun, sehingga total penyaluran pembiayaan baru sepanjang 2023 mencapai Rp 21,7 triliun," kata Stanley kepada KONTAN.CO.ID, Senin (14/8).

Stanley menambahkan, beberapa strategi untuk mencapai target penyaluran pembiayaan baru, yakni dengan penyelenggaraan beberapa pameran di beberapa kota. Hal itu bertujuan untuk lebih mendekatkan MUF dengan para pelanggan.

Baca Juga: Sejumlah Multifinance Catatkan Peningkatan Penyaluran Kredit pada Semester I-2023

Selain itu, melakukan penetrasi lebih tajam ke pasar captive Bank Mandiri Group serta beberapa inisiatif lain yang terkait peningkatan pelayanan dan proses pembiayaan sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi calon debitur MUF.

Sementara itu, terkait tren kenaikan suku bunga dalam 2-3 bulan terakhir, Stanley menganggap masih dalam taraf wajar. Dia menjelaskan kalau mengacu pada proyeksi berbagai analis, terbilang akan segera ada tren penurunan kembali suku bunga pendanaan di Indonesia.

"Walaupun di minggu-minggu terakhir proyeksi tersebut menghadapi tantangan dengan adanya kenaikan suku bunga acuan The Fed, yang mana diproyeksikan akan berpengaruh terhadap negara-negara berkembang," kata Stanley.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×