kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Manulife Aset Manajemen (MAMI) Catat Kenaikan Dana Kelolaan 12,3% per September 2025


Minggu, 19 Oktober 2025 / 20:43 WIB
Manulife Aset Manajemen (MAMI) Catat Kenaikan Dana Kelolaan 12,3% per September 2025
ILUSTRASI. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp 111 triliun hingga September 2025. KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp 111 triliun hingga September 2025. 

Total dana kelolaan MAMI mencapai Rp 111 triliun tersebut, naik sekitar 12,3% jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2024.

CEO & President Director MAMI, Afifa menyampaikan bahwa peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kinerja produk reksadana yang mencatat pertumbuhan hingga 23%, yang mencapai Rp 53 triliun.

Baca Juga: Manulife AM Pastikan Transisi Akuisisi Schroders Indonesia Berjalan Mulus

“Reksadana menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM MAMI seiring dengan tren penurunan suku bunga dan meningkatnya preferensi investor terhadap produk yang memberikan arus penghasilan stabil,” ujar Afifa kepada Kontan, Rabu (15/10/2025).

Afifa menambahkan, jaringan distribusi yang luas melalui 36 mitra bank dan fintech turut mendukung pertumbuhan dana kelolaan perusahaan sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Manulife Aset Manajemen: Kerja Sama dengan Schroders Perkuat Posisi Perusahaan

Menjelang kuartal IV-2025, Afifa menilai prospek pasar saham masih menjanjikan, terutama di tengah siklus penurunan suku bunga yang secara historis mendukung kinerja pasar ekuitas.

“Kami melihat potensi perbaikan minat terhadap pasar saham Indonesia ke depan. Ketegangan dagang AS-China memang menambah volatilitas, tetapi kami menilai dampaknya bersifat jangka pendek,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam menghadapi volatilitas pasar, MAMI berupaya untuk menerapkan strategi diversifikasi lintas kelas aset untuk meminimalkan risiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×