Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan berbasis Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 104 di situs resmi perusahaan, Manulife Indonesia berhasil membalikkan rugi Rp 21,6 miliar pada semester I-2025 menjadi laba Rp 2,50 triliun pada semester I-2026.
Direktur and Chief Financial Officer Manulife Indonesia Meylindawati menerangkan ada sejumlah faktor utama yang mempengaruhi kinerja laba Manulife Indonesia pada semester I-2026.
"Kinerjanya dipengaruhi kenaikan premi dan perubahan cadangan premi, antara lain seiring dengan pergerakan tingkat suku bunga dalam satu tahun terakhir," katanya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Tingginya Kecelakaan Kapal Jadi Tantangan bagi Bisnis Asuransi Marine Hull
Asal tahu saja, pada tahun lalu hasil investasi menjadi penopang utama capaian laba industri. Terkait hal tersebut, Meylindawati menilai kondisi pasar keuangan tahun ini masih memiliki tantangan tersendiri, terutama di tengah dinamika ekonomi global, pergerakan suku bunga, dan volatilitas pasar.
Meski demikian, dia bilang Manulife Indonesia tetap berfokus pada pengelolaan investasi yang disiplin, prudent, dan berorientasi jangka panjang.
Meylindawati menyampaikan strategi investasi perusahaan menekankan pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik lintas kelas aset, pemilihan aset berkualitas, kecukupan likuiditas, serta keselarasan antara profil aset dan kewajiban jangka panjang perusahaan kepada nasabah.
"Pendekatan itu memungkinkan kami mengelola risiko secara optimal, sekaligus mengoptimalkan portofolio sesuai dengan profil risiko dan kewajiban jangka panjang perusahaan," tuturnya.
Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Great Eastern: Asuransi Perjalanan Sangat Diperlukan
Bagi Manulife Indonesia, Meylindawati mengatakan upaya mengoptimalkan laba tidak hanya dilakukan melalui pencapaian imbal hasil investasi, tetapi juga melalui penguatan fundamental bisnis, pengelolaan risiko yang baik, disiplin biaya, serta keberlanjutan portofolio bisnis.
Dia menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan ekonomi dan pasar secara berkelanjutan, serta menjaga strategi investasi tetap selaras dengan perkembangan pasar, profil risiko, dan kewajiban kepada nasabah.
Asal tahu saja, Manulife Indonesia mencatatkan premi sebesar Rp 5,83 triliun pada Semester I-2026. Adapun klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp 1,96 triliun.
Sementara itu, total aset perusahaan mencapai Rp 65,94 triliun, sedangkan nilai ekuitas mencapai Rp 16,65 triliun pada Semester I-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














