kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Manulife Pertahankan Distribusi Unitlink 40%


Selasa, 09 Maret 2010 / 16:39 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Johana K.

JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia tetap mempertahankan komposisi dari penjualan premi baru unitlink sebesar 40%. Sementara, premi tradisional dipertahankan pada kisaran 60%.

"Sekarang kinerja unitlink mulai pulih menjadi 40% dan 60% tradisional. Komposisi ini sudah ideal dan kami ingin mempertahankan komposisi seperti ini,” terang Presiden Direktur Manulife Indonesia David Beynon, Selasa (9/3).

Saat kinerja pasar modal terguncang krisis, sumbangan unitlink pun ikut terpangkas. Alhasil, kontribusi unitlink hanya mencapai 25%. "Sedangkan produk tradisional memberikan kontribusi sebesar 75%," katanya.

David bilang, pertumbuhan unitlink dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Beberapa tahun lalu, kontribusi produk baru tersebut melorot, hanya 14%, kemudian melonjak menjadi 50% pada 2008.

Tahun ini, katanya, pihaknya membidik pertumbuhan 30% dengan tetap mempertahankan komposisi distribusi premi baru unit-linked dan tradisional masing-masing sebesar 40% dan 60%. "Kami memasang target dari perolehan Rp 3 triliun pada 2009, bisa menembus Rp 4 triliun tahun ini," ucap David.

Sepanjang 2009, total premi perseroan tumbuh 7% dari Rp2,8 triliun pada 2008 menjadi Rp3 triliun. Sedangkan, total premi bisnis baru berdasarkan perhitungan annual premium equivalent (APE) naik 60% dari Rp 318,74 miliar di 2008 menjadi Rp 508,57 miliar sepanjang 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×