kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Margin lebih tinggi, BRI fokus di dalam negeri


Kamis, 05 Februari 2015 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Yuk simak resep masakan tradisional dengan sentuhan modern: Sate Tofu


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Margin keuntungan yang tinggi bagi perbankan Indonesia, menunjukkan ceruk pasar yang masih luas dan terbuka lebar. Untuk itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) lebih memilih memfokuskan diri ekspansi di dalam negeri ketimbang memperbanyak jaringan di luar.

Belum lagi, kata Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI, NIM bank spesialis kredit mikro ini pernah mencatat angka net interest margin (NIM) pada level 12%. "Jadi, buat BRI lebih menguntungkan ekspansi di dalam negeri. Kalau toh buka di luar, itu hanya untuk melengkapi jaringan saja," terang Budi kepada KONTAN, Kamis (5/2).

Tahun lalu, NIM BRI berada pada level 8,51% turun sedikit dari posisi 2013 yang mencapai 8,55%. Catatan NIM tersebut membuat laba bersih BRI di 2014 mencapai Rp 24,02 triliun atau tumbuh 14,35%.

Meski lebih memilih ekspansi di dalam negeri, tahun ini BRI punya rencana untuk mendapat izin full branch di Singapura. "Tahun ini Singapura dulu untuk menjangkau pekerja dan pengusaha asal Indonesia," tutur Asmawi Syam, Plt Direktur Utama BRI belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×