kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Masuk holding asuransi BUMN, Jasa Raharja pertahankan strategi bisnis


Selasa, 10 Maret 2020 / 17:18 WIB
Direksi Jasa Raharja saat diskusi Ngopi BUMN di Jakarta


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bila tidak ada aral melintang, sebentar lagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal memiliki holding asuransi. Nantinya PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan bertindak sebagai induk holding BUMN asuransi. Di dalam holding ini akan diisi sejumlah perusahaan seperti Jamkrindo, Askrindo, Jasindo, dan Jasa Raharja. 

Kendati demikian, Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan strategi bisnis yang akan dijalankan persero setelah masuk holding tidak akan berubah. Sejauh ini, juga belum ada tugas tambahan yang diamanatkan bagi perusahaan asuransi sosial itu.

Baca Juga: Pasar saham bergejolak, Jasa Raharja pilih investasi yang prudent

"Di dalam rencana bisnis masih tetap, Jasa Raharja masih menjalankan Undang-Undang  33 dan 34. Hanya menjalankan itu sementara ini," ujar Budi di Jakarta pada Selasa (10/3).

Asal tahu saja, Undang-Undang (UU) Nomor 33/1964 mengatur tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Sedangkan  UU 34/1964 membahas Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Kendati demikian, pengaturan teknis operasional belum dibahas secara detail. Yang terang, Lanjut Budi, nantinya bakal ada pemisahan pendapatan antara Jasa Raharja dan induk.

"Seperti kami sampaikan, keuntungan, dividen, nanti kita serahkan ke induk holding. Nah induk nanti yang mengelola. Selama inikan dividen kita ke pemerintah melalui Kemenkeu," jelas Budi.

Baca Juga: MA batalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan menuai pro dan kontra

Adapun alasan Kementerian BUMN membentuk holding agar terjadi antar asuransi pelat merah. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan bisnis mereka serta bisa bersaing dengan pemain asuransi asing.

Selain itu, diharapkan nantinya, holding asuransi ini mampu membantu Keuangan Jiwasraya yang tengah mengalami kesulitan likuiditas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×