Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menilai terbuka peluang perolehan laba industri penjaminan pada tahun ini menyamai bahkan melampaui capaian pada 2025.
Asal tahu saja, industri penjaminan memperoleh laba sebesar Rp 968,24 miliar pada 2025.
"Hal itu bisa saja terealisasi dengan catatan kondisi ekonomi tetap stabil," ujar Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi kepada Kontan, Senin (6/4/2026).
Agus menerangkan bahwa capaian laba pada akhir 2026 juga akan sangat bergantung pada beberapa faktor, yakni pemulihan permintaan penjaminan atau Imbal Jasa Penjaminan (IJP) pada Semester II-2026, stabilitas kualitas kredit UMKM dan korporasi, serta kondisi makro ekonomi baik suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Kinerja Emiten Melaju Tahun Lalu, Begini Prospek Industri Komponen Otomotif pada 2026
Lebih lanjut, Agus mengatakan industri penjaminan perlu melakukan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja laba pada tahun ini. Dia bilang industri perlu melakukan diversifikasi produk penjaminan.
"Tidak hanya bergantung pada kredit UMKM, tetapi juga memperluas ke sektor produktif lain, seperti supply chain, nonkredit, dan proyek pemerintah," tuturnya.
Selain itu, Agus menyampaikan perusahaan penjaminan perlu melakukan penguatan manajemen risiko dengan memastikan kualitas penjaminan tetap terjaga untuk menekan klaim, serta digitalisasi dan integrasi ekosistem keuangan guna mempercepat proses bisnis dan memperluas akses pasar.
"Ditambah, optimalisasi pendapatan berbasis fee dan investasi dengan mengurangi ketergantungan terhadap IJP, serta kolaborasi dengan perbankan dan fintech untuk meningkatkan volume bisnis dengan tetap menjaga kualitas," kata Agus.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Hasnur (HAIS) Susut Tahun Lalu, Begini Strategi pada 2026
Asal tahu saja, laba industri penjaminan masih mencatatkan peningkatan pada awal tahun ini.
Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri penjaminan konvensional meraih laba Rp 209,91 miliar per Februari 2026. Nilainya meningkat 104,55% secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













