Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
Posmarito memandang penting penguatan modal untuk menopang pertumbuhan kredit Bank Mandiri.
Bank Mandiri telah mengambil langkah untuk itu, yakni dengan menerbitkan obligasi perpetual sebesar US$ 750 juta berbunga 7,35% sebagai komponen modal tambahan atau Additional Tier 1 (AT1).
Menurut Yusuf, pada dasarnya aksi korporasi Bank Mandiri itu memperkuat modal inti tambahan sekaligus menyediakan likuiditas jangka pendek.
Baca Juga: Permintaan Emas Batangan di Indonesia Naik 40%, Bank Mandiri Perluas Layanan Bulion
Masalahnya, karena diterbitkan dalam dolar Amerika Serikat (AS), lemahnya nilai tukar rupiah membawa risiko beban bunga yang lebih besar serta menambah volatilitas dalam pencatatan permodalan.
Hanya saja, risiko ini lebih terkendali dibandingkan utang berjangka biasa karena instrumen tersebut bersifat perpetual dan pembayaran bunga dapat ditangguhkan dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan regulator.
Untuk menjaga neraca tetap sehat, Yusuf bilang Bank Mandiri perlu menggabungkan pengelolaan risiko kredit yang lebih ketat dengan penguatan struktur pendanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














