kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Bos Bank Mandiri Borong 50.000 Saham BMRI


Rabu, 24 Juni 2026 / 19:07 WIB
Bos Bank Mandiri Borong 50.000 Saham BMRI
ILUSTRASI. Dirut Bank Mandiri Riduan membeli 50.000 saham BMRI pada 15 Juni 2026 dengan harga Rp 4.470 per saham


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Riduan diketahui melakukan transaksi pembelian saham BMRI untuk tujuan investasi.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI yang dirilis Rabu (24/6/2026), Riduan membeli sebanyak 50.000 saham Bank Mandiri pada 15 Juni 2026 dengan harga Rp 4.470 per saham.

Dengan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Riduan di Bank Mandiri meningkat dari 14,55 juta saham menjadi 14,60 juta saham. Nilai transaksi pembelian saham tersebut diperkirakan mencapai Rp 223,5 juta.

Pasca transaksi, kepemilikan saham Riduan di Bank Mandiri tercatat sebanyak 14.597.800 saham atau setara 0,0156% dari total saham yang diterbitkan BMRI. Sebelum transaksi, kepemilikannya tercatat sebanyak 14.547.800 saham dengan porsi kepemilikan yang sama.

Baca Juga: Simpanan Nasabah Kaya Makin Menggunung di Perbankan

Pada penutupan perdagangan bursa hari ini Rabu (24/6/2026), kinerja saham BMRI terlihat susut 3,64% mencapai Rp 3.970 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya sempat menguat di level Rp 4.130 per saham. Memang jika dilihat secara year to date sahamnya sudah anjlok 22,16%.

Hingga Mei 2026, bank dengan kode saham BMRI ini berhasil mencetak laba bersih secara bank only sebesar Rp 23,31 triliun, tumbuh 18,64% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini melanjuti pertumbuhan 18,85% yoy pada bulan sebelumnya. 

Pertumbuhan laba ini salah satunya didorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank yang berhasil tumbuh 9,97% yoy menjadi Rp 34,85 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank juga berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, yakni 20,56% yoy menjadi Rp 1.578,94 triliun. Total aset bank dalam periode ini tumbuh 19,96% yoy menjadi Rp 2.306,26 triliun. 

 

Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 22% yoy menjadi Rp 1.716,31 triliun. Namun, kinerja pertumbuhan DPK masih ditopang dana mahal.

Sementara, giro bank tumbuh 14,32% yoy menjadi Rp 663,76 triliun dan tabungan tumbuh 9,2% yoy menjadi Rp 558,75 triliun, deposito melesat 57,01% yoy menjadi Rp 493,79 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×