kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Menjelang Akhir Tahun 2025, Prospek Investasi Asuransi Jiwa Dinilai Menguat


Rabu, 19 November 2025 / 16:09 WIB
Menjelang Akhir Tahun 2025, Prospek Investasi Asuransi Jiwa Dinilai Menguat
ILUSTRASI. Pertumbuhan Asuransi: Suasana di Kantor Pusat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di JAkarta, Senin (13/10/2025). Instrumen investasi yang cocok untuk asuransi jiwa pada kondisi apapun adalah instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki akhir tahun 2025, pengamat asuransi sekaligus anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI), Wahju Rohmanti menilai dinamika pasar modal berpotensi memberikan angin segar bagi industri asuransi jiwa, terutama dari sisi investasi.

Wahju mengatakan, dalam ekosistem pasar investasi, industri asuransi jiwa berperan sebagai pihak buy side. Karena itu, aliran dana masuk (capital inflow) ke pasar modal dapat mendorong kenaikan kinerja bursa. Dampaknya, portofolio investasi perusahaan asuransi juga turut terdongkrak.

Meski begitu, Wahju mengingatkan bahwa praktik window dressing sebaiknya tidak dijadikan strategi utama oleh perusahaan asuransi. “Sebaiknya perusahaan asuransi tidak memanfaatkan momen tersebut. Lebih baik fokus pada peningkatan kinerja investasi yang riil,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (19/11/2025).

Baca Juga: OJK Catat Jumlah Investasi Asuransi Jiwa Capai Rp 550,18 Triliun per April 2025

Lebih lanjut, Wahju menuturkan bahwa instrumen pendapatan tetap masih bisa menjadi pilihan paling ideal bagi industri asuransi jiwa dalam kondisi pasar apa pun, salah satunya yaitu Obligasi.

“Instrumen investasi yang cocok untuk asuransi jiwa pada kondisi apapun adalah instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi," lanjutnya.

Selanjutnya: IHSG Menguat 0,53% ke 8.406 pada Rabu (19/11/2025), SMGR, BUMI, JPFA Top Gainers LQ45

Menarik Dibaca: Ini 5 Kripto Top Gainers saat Pasar Rebound, MYX Finance Jawaranya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×