kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Merger dengan Gojek, Tokopedia bakalan berpisah dengan Ovo?


Senin, 17 Mei 2021 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. Tokopedia


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gojek dan Tokopedia resmi mengumumkan merger. Seluruh lini bisnis raksasa perusahaan teknologi ini bakalan bergabung. 

Salah satu yang menyisakan pertanyaan dari merger ini adalah keberadaan Ovo di ekosistem Tokopedia. Karena Ovo merupakan pendukung transaksi pembayaran dari Tokopedia. Nah keberadaan Ovo bisa terancam dengan merger ini. Karena Gojek sendiri sudah mempunyai dompet digitalnya sendiri yakni Gopay yang diketahui merupakan salah satu lumbung bisnis terbesar dari Gojek. Ditambah lagi Ovo merupakan pendukung sistem pembayaran dari Grab yang merupakan saingan utama dari Gojek. 

Tokopedia juga belum mau berspekulasi soal pergantian sistem pembayaran akibat dari merger dengan Gojek. "Tokopedia tetap akan menyediakan puluhan metode pembayaran untuk mempermudah pengguna bertransaksi online dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia kepada KONTAN, Senin (17/5). 

Sementara Ovo masih menyusun jawabannya soal merger Tokopedia dan Gojek. 

Gojek dan Tokopedia mengumumkan merger dengan nama baru GoTo.  GoTo Group juga akan menggabungkan e-niaga, sesuai permintaan, dan layanan keuangan, menciptakan platform pertama di Asia Tenggara yang menampung tiga lini bisnis dalam satu ekosistem.

Kesepakatan didukung oleh investor besar termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×