kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Meski Era Digitalisasi, Pegadaian Menilai Kantor Cabang Masih Punya Peran Penting


Senin, 04 Mei 2026 / 10:26 WIB
Meski Era Digitalisasi, Pegadaian Menilai Kantor Cabang Masih Punya Peran Penting
ILUSTRASI. Pelayanan di Kantor Cabang Pegadaian di Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) menilai kantor cabang masih memiliki peran penting di tengah era digitalisasi saat ini.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan hal itu juga tak terlepas dari core business Pegadaian yang memang masih dipegang oleh layanan gadai. Dengan demikian, masih membutuhkan kantor cabang untuk bertransaksi.

"Jadi, peran kantor cabang sangat signifikan. Core Pegadaian 90% masih di gadai ini. Kalau yang namanya gadai atau punya barang fisik, orang tersebut harus datang ke outlet, sehingga fokus kami juga ke kantor cabang," ungkapnya saat ditemui Kontan saat acara Tring Golden Run 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Laba IIF Melonjak 51% di 2025, Dividen Rp74 Miliar Siap Dibagikan

Selain itu, Selfie menerangkan fokus Pegadaian saat ini juga memberikan pelayanan yang optimal bagi nasabah dan hal itu bisa dilakukan untuk nasabah yang datang ke kantor cabang. 

"Kami sekarang punya campaign parameter customer experience 100%. Artinya, kami ingin nasabah terlayani dengan layanan yang optimal," tuturnya.

Selfie juga bilang adanya kantor cabang juga memiliki peran dalam memberikan literasi kepada nasabah. Dengan demikian, dia menerangkan pihaknya bisa mengedukasi masyarakat untuk produk gadai bukan bicara mengenai emas saja, melainkan bisa menggunakan layanan untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

"Orang punya emas, dia bisa menabung emas. Selain itu, emas itu tak perlu dijual jika membutuhkan dana, tetapi bisa digadaikan untuk dapat cash. Dalam situasi ekonomi seperti ini, cash akan menjadi salah satu sumber likuiditas buat masyarakat. Jadi, gadai bisa menjadi salah satu solusi," ucapnya.

Selfie mengungkapkan saat ini, Pegadaian sudah memiliki lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia. Dia juga mengatakan Pegadaian tak hanya berfokus pada kantor cabang saja, tetapi mengembangkan aspek digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian sejalan dengan tren digitaliasi.

Baca Juga: Laba Bersih Adira Finance Melejit 26% Jadi Rp 484 Miliar pada Kuartal I-2026

Upaya itu dilakukan untuk menyasar segmentasi nasabah yang berbeda dengan kantor cabang. Menurut Selfie, nasabah muda akan lebih memilih bertransaksi dengan digital, tetapi nasabah yang ingin gadai biasanya akan datang ke kantor cabang. 

"Kalau untuk Tring! itu berarti nasabah-nasabah muda atau Gen Z yang memang lewat handphone saja untuk menabung atau gadai. Jadi, memang dua segmen yang berbeda dan kami berusaha untuk menggaet semua segmen," kata Selfie. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×