kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Meski Preminya Masih Kecil, Asuransi Kanal E-Commerce Diproyeksi Terus Tumbuh


Rabu, 11 Maret 2026 / 16:07 WIB
Meski Preminya Masih Kecil, Asuransi Kanal E-Commerce Diproyeksi Terus Tumbuh
ILUSTRASI. Sequis Life tawarkan voucher digital asuransi mikro lewat ecommerce Fave (Dok/Sequis Life)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan premi asuransi kanal e-commerce masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pendapatan dari kanal agen dan bancassurance.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi premi asuransi digital hanya menyentuh 2,87% dari total premi asuransi nasional.

Kendati begitu, pengamat asuransi Irvan Rahardjo berpendapat bahwa kanal ini memberikan kontribusi yang stabil meskipun nilainya masih relatif kecil.

Baca Juga: Indonesia Gadai Oke Sebut Ada Peningkatan Aktivitas Gadai Menjelang Lebaran

"Pendapatan premi yang masih kecil tidak selalu berarti kanal tersebut tidak efektif," ujarnya kepada Kontan, Rabu (11/3/26).

Menurutnya, asuransi kanal digital masih dalam tahap pertumbuhan awal yang berfokus pada produk mikro atau strategi menjangkau pasar yang lebih luas daripada mencapai premi tinggi.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Budi Primawan juga menyebut tren permintaan produk asuransi kanal digital menunjukkan peningkatan.

"Produk asuransi yang dipasarkan melalui kanal e-commerce sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan," ujarnya.

Kanal digital dianggap lebih efisien untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Apalagi e-commerce memiliki basis pengguna yang besar dengan tingkat interaksi tinggi.

Menurut Irvan, perkembangan asuransi kanal e-commerce ke depannya akan makin dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi.

Beberapa di antaranya adalah penerapan hyper-personalization berbasis AI, integrasi omnichannel, dan social commerce yang mendominasi.

Dalam praktiknya, nanti perusahaan bisa memanfaatkan fitur seperti live shopping, analisis data perilaku konsumen, layanan pengiriman cepat, dan beragam metode pembayaran digital.

Baca Juga: Calon DK OJK, Hasan Fawzi Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Tembus Rp 25.000 Triliun

Khusus periode Ramadan, Irvan turut mencermati tren permintaan asuransi melalui e-commerce akan tumbuh positif. Hal itu sejalan dengan lonjakan transaksi belanja online dan peningkatan kesadaran bertransaksi dengan aman.

Selain itu, konsumen juga cenderung memilih produk asuransi yang memberikan perlindungan instan untuk pembelian barang bernilai tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×