Reporter: Ade Priyatin | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memandang optimistis prospek kinerja produk asuransi yang dipasarkan melalui kanal e-commerce.
Menurut Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan, tren permintaan terhadap produk asuransi digital menunjukkan peningkatan, terutama untuk produk yang sederhana dan relevan dengan aktivitas online.
Baca Juga: Asei Waspadai Faktor yang Berpotensi Meningkatkan Rasio Klaim Asuransi Kredit
Contohnya, asuransi perjalanan, proteksi pengiriman barang, asuransi gadget, dan proteksi mikro lainnya.
“Produk seperti ini biasanya lebih mudah dipahami dan dibeli secara cepat oleh konsumen di platform digital,” jelas Budi kepada Kontan.co.id, Rabu (11/3/2026).
Budi menambahkan, e-commerce menjadi kanal distribusi efektif karena memiliki basis pengguna yang besar serta tingkat interaksi yang tinggi.
Namun, premi yang berasal dari kanal ini masih relatif kecil. Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat, hingga September 2025, porsi premi asuransi digital baru mencapai 2,87% dari total premi asuransi nasional.
Meski pertumbuhannya masih tipis, Budi tetap optimis dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan asuransi yang mulai mengoptimalkan kanal e-commerce sebagai saluran pemasaran.
Menurutnya, produk asuransi digital harus memiliki karakteristik sederhana, instan, dan berbasis kebutuhan tertentu agar sesuai dengan sifat kanal online.
Baca Juga: BRI Luncurkan Program Tabungan Mystery Box, Bidik Nasabah Baru dan Perkuat Dana Murah
Perusahaan asuransi juga perlu memastikan integrasi dengan layanan digital yang sudah digunakan masyarakat.
Selain itu, edukasi konsumen menjadi kunci agar masyarakat memahami manfaat dan cara kerja produk asuransi digital secara tepat.
“Dengan strategi yang tepat, kanal e-commerce berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan premi yang signifikan di masa mendatang,” tutup Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











