kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Modal ventura mulai agresif mendanai start up tahun ini


Minggu, 31 Januari 2021 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat panduk modal Ventura di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Tak mau kalah, PT Mandiri Capital Indonesia juga akan memburu fintech untuk didanai di sepanjang 2021. Kendati demikian, Chief Executive Officer Mandiri Capital Eddi Danusaputro bilang masih akan berhati-hati dalam membidik fintech calon portofolio yang akan dikoleksi.

“Untuk pendanaan baru, kami siapkan dana investasi di 3 hingga 4 start up baru. Selain itu, kami sisihkan dana untuk ikut follow on funding ke existing investees,” papar Eddi kepada Kontan.co.id.

Guna menjalankan aksi itu, Mandiri Capital menyiapkan dana di atas Rp 100 miliar. Eddi menyatakan angka persisnya masih menunggu persetujuan induk perusahaan yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Baca Juga: Izin masih proses, Satgas Waspada Investasi minta masyarakat waspadai tawaran Vtube

Selain itu, Mandiri Capital juga tengah mempersiapkan Venture Fund di 2021. Eddi bilang saat ini, masih terus mencari investor.  Ia mengakui, pandemi menyulitkan perjalanan tim Mandiri Capital untuk bertemu investor.

Hingga saat ini, Mandiri Capital telah mengucurkan dana investasi lebih dari Rp 1 triliun ke fintech di Indonesia. Asal tahu saja, Mandiri Capital baru saja memimpin memberikan pendanaan Seri A+ kepada Startup Point of Sale (POS) berbasis omni channel iSeller pada tahun lalu.

Selain itu, Mandiri Capital juga telah berinvestasi ke Mekari, Cashlez, Amartha, Yokke, Privyid, Pten, DAM, Moka, Koinworks, Investree, LinkAja, Crowde, dan Halofina.

Selanjutnya: Satgas Waspada Investasi rilis 14 kegiatan usaha tanpa izin dan 133 fintech ilegal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×