Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) membeberkan peluang dan tantangan yang bisa memengaruhi kinerja laba pada 2026.
Head of Corporate Secretary & Legal MUF, Elisabeth Lidya Sirait, mengatakan terdapat peluang dari meningkatnya kebutuhan pembiayaan kendaraan, pertumbuhan segmen syariah dan kendaraan listrik, serta makin luasnya kolaborasi dengan Mandiri dan BSI yang menjadi potensi positif bagi kinerja MUF.
"Selain itu, adopsi teknologi dan inovasi produk juga membuka ruang pertumbuhan yang lebih optimal," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Maraknya Jual Beli Kendaraan Hanya dengan STNK, Ini Respon Mandiri Utama Finance
Sementara itu, Elisabeth menerangkan tantangan untuk 2026 tetap berasal dari dinamika kondisi ekonomi global, fluktuasi daya beli masyarakat, serta persaingan industri pembiayaan yang makin kompetitif.
Meskipun demikian, dia bilang MUF optimistis dapat mengelola tantangan tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Terkait kinerja, Elisabeth menerangkan Mandiri Utama Finance mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33% secara Year on Year (YoY) pada 2025. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan perusahaan.
Baca Juga: Mandiri Utama Finance Terapkan Strategi Ini, Jaga NPF Tetap Terkendali
Elisabeth hanya menyampaikan pertumbuhan itu ditopang oleh kinerja penyaluran pembiayaan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta optimalisasi efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.
Selain itu, strategi selektif dalam penyaluran pembiayaan dan penguatan manajemen risiko turut berkontribusi terhadap stabilitas kinerja perusahaan.
Selanjutnya: Survei BI: Kredit Tumbuh Lebih Lambat pada Kuartal I-2026
Menarik Dibaca: Bukan Cuma Hantu, 7 Film Horor Thailand Ini Punya Plot Twist Tak Terduga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













