kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

MUF Beberkan Peluang dan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Laba pada 2026


Jumat, 23 Januari 2026 / 13:24 WIB
MUF Beberkan Peluang dan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Laba pada 2026
ILUSTRASI. Mandiri Utama Finance (MUF) bidik peluang laba 2026 dari kendaraan listrik dan segmen syariah. Ini proyeksi keuntungan yang bisa diraih MUF. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) membeberkan peluang dan tantangan yang bisa memengaruhi kinerja laba pada 2026.

Head of Corporate Secretary & Legal MUF, Elisabeth Lidya Sirait, mengatakan terdapat peluang dari meningkatnya kebutuhan pembiayaan kendaraan, pertumbuhan segmen syariah dan kendaraan listrik, serta makin luasnya kolaborasi dengan Mandiri dan BSI yang menjadi potensi positif bagi kinerja MUF.

"Selain itu, adopsi teknologi dan inovasi produk juga membuka ruang pertumbuhan yang lebih optimal," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Maraknya Jual Beli Kendaraan Hanya dengan STNK, Ini Respon Mandiri Utama Finance

Sementara itu, Elisabeth menerangkan tantangan untuk 2026 tetap berasal dari dinamika kondisi ekonomi global, fluktuasi daya beli masyarakat, serta persaingan industri pembiayaan yang makin kompetitif.

Meskipun demikian, dia bilang MUF optimistis dapat mengelola tantangan tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang kuat, serta fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Terkait kinerja, Elisabeth menerangkan Mandiri Utama Finance mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33% secara Year on Year (YoY) pada 2025. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan perusahaan.

Baca Juga: Mandiri Utama Finance Terapkan Strategi Ini, Jaga NPF Tetap Terkendali

Elisabeth hanya menyampaikan pertumbuhan itu ditopang oleh kinerja penyaluran pembiayaan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta optimalisasi efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.

Selain itu, strategi selektif dalam penyaluran pembiayaan dan penguatan manajemen risiko turut berkontribusi terhadap stabilitas kinerja perusahaan.

Selanjutnya: Survei BI: Kredit Tumbuh Lebih Lambat pada Kuartal I-2026

Menarik Dibaca: Bukan Cuma Hantu, 7 Film Horor Thailand Ini Punya Plot Twist Tak Terduga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×