kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.124   37,00   0,20%
  • IDX 5.948   24,07   0,41%
  • KOMPAS100 773   1,65   0,21%
  • LQ45 590   1,12   0,19%
  • ISSI 205   1,43   0,70%
  • IDX30 334   0,58   0,17%
  • IDXHIDIV20 414   1,27   0,31%
  • IDX80 88   0,25   0,29%
  • IDXV30 113   0,40   0,35%
  • IDXQ30 107   0,00   0,00%

Naik 13,25%, Laba Bersih Multifinance Capai Rp 10,47 Triliun per Mei 2026


Senin, 13 Juli 2026 / 14:01 WIB
Naik 13,25%, Laba Bersih Multifinance Capai Rp 10,47 Triliun per Mei 2026
ILUSTRASI. Industri multifinance raup laba bersih Rp 10,47 triliun per Mei 2026, naik 13,25%. OJK beberkan pemicu keuntungan fantastis ini. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan laba bersih industri multifinance mencapai Rp 10,47 triliun per Mei 2026.

"Nilainya naik 13,25%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (10/7/2026).

Agusman menerangkan, pertumbuhan tersebut dipicu peningkatan pembiayaan, serta upaya efisiensi biaya dalam pengelolaan operasional perusahaan.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026, atau tumbuh 1,71% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Mengenai kondisi tersebut, Agusman menilai masih terbuka peluang pembiayaan multifinance tumbuh hingga akhir tahun ini. 

Baca Juga: Per Mei 2026, OJK Catat 42 Perusahaan Multifinance Punya NPF Gross di Atas 5%

"Hal itu seiring adanya ruang ekspansi pembiayaan di berbagai segmen industri," tuturnya.

Adapun tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%, atau memburuk dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,89%. 

Sementara itu, OJK menambahkan, terdapat beberapa multifinance yang sedang dalam proses akuisisi oleh investor asing.

Agusman bilang, langkah tersebut bertujuan untuk penguatan permodalan, pengembangan usaha, dan sinergi strategis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×