kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Nilai Aset Perusahaan Penjaminan Capai Rp 46,73 Triliun Per Februari 2024


Sabtu, 13 April 2024 / 05:30 WIB
Nilai Aset Perusahaan Penjaminan Capai Rp 46,73 Triliun Per Februari 2024
ILUSTRASI. OJK menyebut perusahaan penjaminan berhasil mencatat kinerja positif hingga Februari 2024. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/07/2016


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut perusahaan penjaminan berhasil mencatat kinerja positif hingga Februari 2024. 

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan nilai aset perusahaan penjaminan hingga Februari 2024 mencapai Rp 46,73 triliun.

"Nilai aset tumbuh 15,50% secara Year on Year (YoY), jika dibandingkan posisi per Februari 2023 yang sebesar Rp 40,46 triliun," ungkapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (2/4). 

Baca Juga: OJK Sebut AJB Bumiputera Sudah Sampaikan Revisi Rencana Penyehatan Keuangan (RPK)

Ogi juga menyampaikan nilai imbal jasa penjaminan per Februari 2024 mencapai Rp 1,38 triliun. Dia menyebut nilai itu tumbuh 10,34%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,25 triliun.

Sementara itu, pada industri dana pensiun, Ogi mengatakan total aset dana pensiun per Februari 2024 tumbuh sebesar 10,88% YoY dengan nilai sebesar Rp 1.427,01 triliun. Adapun posisi per Februari 2023 sebesar Rp 1.288,93 triliun.

Untuk dana pensiun sukarela, dia menerangkan total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,03% YoY dengan nilai mencapai Rp 372,34 triliun. 

Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp 1.054,67 triliun atau tumbuh sebesar 12,07% YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×