kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Nilai transaksi BCA lewat mesin EDC capai Rp 240 triliun di kuartal III-2018


Jumat, 09 November 2018 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Mesin EDC dan pemindai kartu Flazz BCA


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu upaya menghimpun pendapatan non bunga bagi perusahaan perbankan adalah dengan mengenjot transaksi lewat mesin electronic data capture (EDC). Oleh karena itu, agar transaksi semakin besar maka bank memperbanyak jumlah mesin EDC di merchant offline.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) contohnya, telah memiliki 500.000 mesin EDC yang terpasang di seluruh merchant hingga September 2018. Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra bilang EDC tersebut berada di lebih 400.000 merchant atau outlet yang telah bekerja sama dengan bank.

"Nilai transaksi debit dan kartu kredit yang melalui EDC BCA mencapai kisaran Rp 240 triliun pada sembilan bulan pertama 2018. Nilai ini meningkat 11% year on year (yoy)," ujar Jan Hendra kepada Kontan.co.id, Kamis (9/11).

Jan Hendra menjelaskan nilai transaksi ini merupakan gabungan nilai transaksi kartu BCA baik debit maupun kredit. Selain itu, nilai transaksi ini juga bersar dari kartu bank lain yang digesek lewat EDC BCA. "Pendapatan dari transaksi kartu kredit yang sebagian besar merupakan transaksi melalui EDC meningkat 6% pada sembilan bulan pertama 2018," imbuh Jan Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×