kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Nilai tukar dan daya beli melemah, NPF BCA Finance terkerek di September 2018


Selasa, 23 Oktober 2018 / 20:53 WIB
Nilai tukar dan daya beli melemah, NPF BCA Finance terkerek di September 2018
ILUSTRASI. Layanan Nasabah di BCA FInance


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi kesehatan kredit PT BCA Finance menunjukan penurunan di bulan September 2018 ini. Dus, rasio kredit bermasalah BCA Finance pun merangkak naik.

Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan rasio kredit bermasalah dalam tempo tiga puluh hari mencapai 1,34%. Angka ini meningkat dari gross non performing finance (NPF) di bulan sebelumnya. "Di Agustus untuk overdue di atas tiga puluh hari masih sebesar 1,24%," katanya, Selasa (23/10).

Rasio kredit bermasalah hingga kuartal III-2018 pun masih lebih buruk ketimbang periode yang sama di tahun 2017. Dimana pada September tahun lalu, rasio gross NPF BCA Finance masih bisa bertengger di angka 1,05%.

Menurut Roni, kenaikan rasio NPF perusahaannya disebabkan oleh beberapa faktor. Namun yang paling utama adalah perkembangan ekonomi makro belakangan ini. Terutama dari pelemahan nilai tukar.

Pelemahan rupiah terhadap dolar dinilai menimbulkan sejumlah efek domino. Termasuk daya beli konsumen. Daya bayar konsumen pun ikut terpengaruh kondisi tersebut sehingga rasio kredit bermasalah meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×