kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

NIM tergerus, Mayapada optimalkan fee based income


Rabu, 26 September 2018 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Direksi Bank Mayapada usai RUPSLB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mayapada Internasional Tbk mengambil langkah antisipasi mengerusnya margin bunga bersih atau net interset margin (NIM) akibat kenaikan suku bunga deposito.

Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi menilai, hal ini bisa dilakukan dengan mengenjot pendapatan non bunga atau fee based income sebagai alternatif penyusutan NIM guna mempertahankan laba.

Bank milik taipan Dato Sri Tahir ini mencatatkan posisi NIM di angka 4,5%. Walaupun masih ada potensi kenaikan suku bunga acuan, manajemen akan mempertahankan NIM di posisi 4,5% hingga akhir tahun.

Hariyono bilang hingga saat ini fee based income Mayapada tumbuh 10% secara tahunan atau year on year. Pertumbuhan ini disokong oleh transaksi Bancassurance dan eChannel.

"Fee based income masih bertumbuh namun belum sesuai harapan. Kontribusinya terhadap profit masih belum besar," ujar Hariyono kepada Kontan.co.id pada Rabu (26/9).

Sebelumnya, manajemen menargetkan dapat menargetkan pertumbuhan fee based cukup tinggi tahun ini, yaitu mencapai 20%. Target sengaja dipatok tinggi, guna mengimbangi penurunan NIM.

Bank dengan kode sandi saham MAYA ini akan terus mengenjot pendapatan non bunga dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi kepada nasabah.

Dalam laporan keuangan per Agustus 2018, pendapatan operasional selain bunga sebesar Rp 92,02 miliar. Nilai ini tumbuh pesat 143,37 yoy dibandingkan posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 37,81 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×