kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Naiknya BI Rate Berpotensi Turunkan Minat Bank Terbitkan Surat Utang


Kamis, 21 Mei 2026 / 20:15 WIB
Naiknya BI Rate Berpotensi Turunkan Minat Bank Terbitkan Surat Utang
ILUSTRASI. Minat bank untuk menerbitkan surat utang alias obligasi dikhawatirkan akan turun setelah naiknya suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,25%. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat bank untuk menerbitkan surat utang alias obligasi dikhawatirkan akan turun setelah naiknya suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai, kenaikan BI Rate ini berpotensi memperlambat pertumbuhan kredit, sehingga minat bank untuk mencari pendanaan lewat surat utang juga akan menurun.

Terlebih, menurut Myrdal, pembiayaan surat utang akan menjadi lebih mahal akibat kenaikan BI Rate. Ini membuat bank akan berpikir dua kali sebelum menerbitkan surat utang.

"Ekspansi bisnis juga kan sedang berat ya karena ada kenaikan suku bunga. Jadi ya kita lihat ekspansi dari sisi surat utang juga akan menurun," kata Myrdal saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: PT SBI Gandeng Peruri Cetak Koin Emas Fisik IDN Gold

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) misalnya menyebut, penerbitan surat utang nantinya akan sangat bergantung pada seberapa besar pengaruh BI Rate terhadap biaya dana (cost of fund/COF) bank.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan bilang, strategi pendanaan segmen wholesale ke depannya belum dapat dipastikan. Ia akan melihat dulu bagaimana dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya dan pertumbuhan keuntungan bank.

"Ini akan tergantung seberapa cepat COF naik. Namun, permintaan kredit juga rendah. Kami perkirakan permintaan kredit akan tetap rendah dengan kekhawatiran bunga kredit cenderung naik," ucapnya.

PT Bank KB Indonesia Tbk juga mengutarakan pendapat sama. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie bilang, optimalisasi likuiditas menjadi sangat krusial saat ini.

Ia menyebut penerbitan surat utang di KB Bank akan bergantung pada besaran efisiensi COF ke depannya. Ia memastikan struktur pendanaan KB Bank akan tetap terjaga sehat meski adanya kenaikan suku bunga.

"Adapun segmen wholesale adalah segmen yang relatif banyak menggunakan suku bunga acuan sebagai parameter pemberian bunga deposit maupun kredit, sehingga segmen tersebut adalah segmen yang akan paling cepat merespons pergerakan suku bunga pasar," ucapnya.

Baca Juga: BI Genjot Intermediasi Perbankan Lewat Pelonggaran RIM dan KLM

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk belum berencana menerbitkan surat utang tahun ini. Pasalnya, BCA mengaku sudah memiliki likuiditas yang mencukupi dari dana murah (CASA).

EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Heryn menyebut hingga kuartal 1-2026, CASA banknya mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2% yoy. Dengan itu, ia optimistis BCA bisa menjaga COF sembari mendorong pertumbuhan kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×