kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

NPF BRI Finance Turun Menjadi 1,66% Per Mei 2024


Selasa, 25 Juni 2024 / 16:29 WIB
NPF BRI Finance Turun Menjadi 1,66% Per Mei 2024
ILUSTRASI. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat perbaikan tingkat Non Performing Financing (NPF).


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat perbaikan tingkat Non Performing Financing (NPF).

Direktur Manajemen Risiko BRI Finance Ari Prayuwana menerangkan, NPF BRI Finance tercatat sebesar 1,66% pada Mei 2024. Angka itu menurun 0,02% dari bulan sebelumnya. 

"Adapun perusahaan terus-menerus meningkatkan pengelolaan utang piutang dan menunjukan perbaikan kualitas pada Mei 2024," kata Ari kepada Kontan, Senin (24/6).

Ari tak memungkiri NPF BRI Finance sempat naik menjadi 1,68% pada April 2024. Angka itu meningkat 0,02% dari bulan sebelumnya.

Dia menjelaskan di tengah kondisi ekternal yang penuh tantangan, kenaikan NPF pada April 2024 dipengaruhi penurunan daya beli masyarakat seusai Ramadan dan banyaknya frekuensi hari libur. Dengan demikian, memengaruhi pembayaran kewajiban debitur kepada perusahaan.

Baca Juga: Perbankan Masih Mendominasi Sumber Pendanaan Sejumlah Multifinance

Melalui strategi penguatan manajemen risiko dan manajemen utang piutang yang dilakukan, Ari optimistis pihaknya bisa menjaga rasio NPF di bawah 2% hingga akhir 2024.

Untuk menjaga NPF tetap terkendali, BRI Finance menerapkan berbagai strategi.

Salah satunya strategi preventif melalui penyaluran pembiayaan secara selektif dengan menetapkan kriteria calon debitur untuk mendapatkan disbursement yang berkualitas dan meningkatkan akurasi analisa pembiayaan. 

Ditambah menerapkan strategi kuratif, yakni melalui penguatan managemen utang piutang, seperti penguatan collection, sehingga penanganan account dapat dilakukan dengan lebih cepat dan meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×