kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.196
  • IDX 7.285   -42,48   -0,58%
  • KOMPAS100 1.135   -6,86   -0,60%
  • LQ45 913   -7,71   -0,84%
  • ISSI 218   -0,65   -0,30%
  • IDX30 454   -4,27   -0,93%
  • IDXHIDIV20 544   -4,82   -0,88%
  • IDX80 128   -0,99   -0,77%
  • IDXV30 127   -0,26   -0,20%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,98%

OJK bekukan kegiatan usaha SNP Finance, APPI sarankan agar segera klarifikasi


Sabtu, 19 Mei 2018 / 09:26 WIB
OJK bekukan kegiatan usaha SNP Finance, APPI sarankan agar segera klarifikasi
ILUSTRASI. SNP Finance


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) meminta agar PT Sunprima Nusantara Pembiayaan atau SNP Finance segera memberikan klarifikasi terkait kasus yang sedang terjadi. Seperti diketahui, saat ini SNP Finance tersandung kasus gagal bayar medium term notes (MTN) yang diterbitkannya.

Ketua APPI Suwandi Wiratno mengakui, kasus yang membelit SNP Finance memang terjadi secara cepat dan mengejutkan. Sehingga sebetulnya sampai saat ini ia selaku asosiasi belum mengetahui akar pemasalahan yang terjadi.

"Sekarang pada intinya segera melakukan penyelesaian. SNP Finance segera duduk bersama dengan pemegang saham dan kreditur seperti apa permasalahannya supaya jelas," kata Suwandi kepada Kontan.co.id, Jumat (18/5).

Mengenai langkah OJK yang telah membekukan usaha SNP Finance, menurutnya tentu hal itu sudah menjadi bahan pertimbangan OJK selaku regulator. OJK sendiri kata dia tentu sudah memiliki alasan dan latar belakang melakukan langkah tersebut.

Lebih lanjut, menurut Suwandi kejadian ini memang nantinya cukup berdampak bagi industri multifinance. Perbankan misalnya sebagai sumber pendanaan multifinance akan lebih selektif dan hati-hati dalam menyalurkan kredit.

"Tapi pesan saya jangan disamaratakan kejadian ini dengan industri keseluruhan. Kalau distop pinjamannya justru akan lebih parah ke depannya," ungkapnya.

Sekadar tahu, saat ini SNP Finance juga sedang dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Pada 19 April lalu, SNP Finance telah dimohonkan pernyataan pailit. Suwandi juga berharap semoga hasil PKPU berjalan lancar dan menemukan titik terang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×