kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Adira Finance Sebut Sejumlah Faktor Ini Bisa Dorong Permintaan Kendaraan Listrik


Jumat, 03 April 2026 / 21:27 WIB
Adira Finance Sebut Sejumlah Faktor Ini Bisa Dorong Permintaan Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Konflik Timur Tengah memicu kelangkaan BBM, mendorong masyarakat lirik kendaraan listrik. Adira Finance siapkan strategi pembiayaan. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas akibat konflik Timur Tengah berpotensi mendorong masyarakat mengalihkan minat ke kendaraan listrik.

Mengenai hal itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) melihat hal tersebut berpotensi membuat masyarakat mengalihkan permintaan ke kendaraan listrik. Namun, hal itu tak serta-merta membuat Adira Finance mengalihkan fokus sepenuhnya ke pembiayaan kendaraan listrik.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan efisiensi biaya merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kendaraan listrik, khususnya karena biaya energi dan pajaknya relatif lebih rendah.

Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keberlanjutan juga turut mendukung pertumbuhan minat terhadap kendaraan listrik.

"Dengan demikian, kedua faktor tersebut berperan, meskipun manfaat ekonomis umumnya menjadi pertimbangan yang lebih langsung dirasakan oleh konsumen," katanya kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga: Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun, Tumbuh 8,61% pada 2025

Lebih lanjut, Gani melihat bahwa potensi pergeseran dari segmen premium ke mass market untuk kendaraan listrik makin terbuka, seiring dengan makin beragamnya pilihan kendaraan listrik pada rentang harga yang lebih terjangkau.

Namun, Gani menyampaikan kondisi tersebut juga menuntut Adira Finance untuk tetap berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan, mengingat penetrasi ke segmen low-to-mid market pada umumnya memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap kondisi ekonomi. Dengan demikian, dapat memengaruhi kapasitas bayar konsumen.

Terkait kinerja, Gani mengungkapkan pembiayaan kendaraan listrik Adira Finance mencapai sekitar Rp 100 miliar per Februari 2026. Dia bilang perusahaan akan menerapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan listrik pada tahun ini.

Baca Juga: Implementasi PSAK 117 Jadi Tantangan, AAUI Minta Penyesuaian

"Salah satunya melalui penawaran program promosi yang menarik, perluasan kerja sama dengan berbagai merek kendaraan listrik termasuk pemain baru, serta penyediaan solusi pembiayaan yang kompetitif, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan," tuturnya.

Untuk mengantisipasi risiko penurunan nilai kendaraan listrik di pasar bekas, Adira Finance tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses underwriting, antara lain melalui evaluasi yang lebih mendalam terhadap profil debitur, serta struktur pembiayaan yang sesuai dengan profil risiko.

"Selain itu, perusahaan juga terus memastikan kegiatan collection dilakukan secara efektif untuk mengurangi potensi kredit macet," ucap Gani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×