kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.810   -18,00   -0,11%
  • IDX 8.116   84,10   1,05%
  • KOMPAS100 1.145   13,24   1,17%
  • LQ45 827   6,22   0,76%
  • ISSI 288   4,53   1,60%
  • IDX30 430   3,49   0,82%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 128   1,24   0,98%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,73   0,53%

OJK buka keran asing masuk bank BUKU I


Senin, 02 Mei 2016 / 18:20 WIB
OJK buka keran asing masuk bank BUKU I


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat fundamental bank umum kegiatan usaha (BUKU) I beraset di bawah Rp 1 triliun mulai berjalan. Wasit pasar keuangan ini membuka peluang bagi investor asing untuk menanamkan modal pada bank domestik.

Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan Nelson Tampubolon mengatakan, keberadaan investor asing tidak perlu ditakuti, karena sejauh ini kepemilikan asing di perbankan Indonesia masih relatif kecil.

Menurutnya, yang terpenting adalah kehadiran asing harus membawa nilai tambah secara segnifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Makanya kita persyaratkan mereka (asing) harus membawa ekspertis yang di kita masih lemah. Mereka membawa dukungan modal yang kuat dan mendukung proses konsolidasi perbankan kita,” ujarnya, Senin ( 2/5).

Saat ini, OJK belum menetapkan target. Namun, kata Nelson, pihaknya tengah melakukan pendalaman ide terlebih dahulu. Menurutnya, dengan adanya kebijakan tax amnesty dapat mendorong investor strategis untuk masuk dan melakukan investasi di Indonesia.

“Konsolidasi perbankan memang menjadi keinginan kami dengan tujuan untuk memperkuat perbankan dalam menghadapi persaingan terutama dalam konteks Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ungkapnya.

Neson bilang, merger tentunya merupakan salah satu strategi yang dapat dijalankan untuk perbankan. Mitra strategis bisa juga dilakukan untuk memperkuat permodalan.

Dengan demikian, Nelson berharap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, bank BUKU I sudah tidak ada alias bank tersebut sudah menambah modal intinya dengan melaju ke BUKU II yang minimal modal intinya Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×