Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena tech winter menjadi tantangan dan perhatian bagi industri modal ventura dalam beberapa waktu terakhir. Adapun tech winter adalah fenomena yang kerap ditemui di perusahaan start-up. Kondisi itu dapat diartikan sebagai suatu periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan dan signifikan.
Mengenai hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut fenomena tech winter masih menjadi perhatian bagi industri modal ventura saat ini, khususnya untuk modal ventura berbasis Venture Capital Corporation (VCC).
"Hal itu membuat modal ventura cenderung lebih selektif dalam melakukan penyaluran," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Tech Winter Tekan Modal Ventura, Pembiayaan Turun Jadi Rp 16,28 Triliun di Juni 2026
Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agusman mengatakan industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi bisnis. Dia bilang salah satunya dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan/atau debitur yang bergerak di sektor riil.
"Hal itu sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar," ujarnya.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,28 triliun per Juni 2026, atau terkontraksi sebesar 0,48% secara Year on Year (YoY).
OJK juga mencatat, nilai aset industri modal ventura per Juni 2026 sebesar Rp 27,56 triliun. Nilai itu bertumbuh 1,32% secara YoY.
Baca Juga: Tech Winter Masih Membayangi, Modal Ventura Utamakan Startup Berfundamental Kuat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
