kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

OJK: Fenomena Tech Winter Masih Jadi Perhatian bagi Industri Modal Ventura Saat Ini


Minggu, 09 Agustus 2026 / 17:00 WIB
OJK: Fenomena Tech Winter Masih Jadi Perhatian bagi Industri Modal Ventura Saat Ini
ILUSTRASI. Finalisasi Dua Roadmap di Bidang PVML, OJK Berharap Bisa Diluncurkan Tahun Ini (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena tech winter menjadi tantangan dan perhatian bagi industri modal ventura dalam beberapa waktu terakhir. Adapun tech winter adalah fenomena yang kerap ditemui di perusahaan start-up. Kondisi itu dapat diartikan sebagai suatu periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan dan signifikan.

Mengenai hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut fenomena tech winter masih menjadi perhatian bagi industri modal ventura saat ini, khususnya untuk modal ventura berbasis Venture Capital Corporation (VCC).

"Hal itu membuat modal ventura cenderung lebih selektif dalam melakukan penyaluran," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Tech Winter Tekan Modal Ventura, Pembiayaan Turun Jadi Rp 16,28 Triliun di Juni 2026

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agusman mengatakan industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi bisnis. Dia bilang salah satunya dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan/atau debitur yang bergerak di sektor riil.

"Hal itu sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar," ujarnya.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,28 triliun per Juni 2026, atau terkontraksi sebesar 0,48% secara Year on Year (YoY).

OJK juga mencatat, nilai aset industri modal ventura per Juni 2026 sebesar Rp 27,56 triliun. Nilai itu bertumbuh 1,32% secara YoY. 

Baca Juga: Tech Winter Masih Membayangi, Modal Ventura Utamakan Startup Berfundamental Kuat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×