Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi per Juni 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menerangkan nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,28 triliun per Juni 2026.
"Nilai pembiayaan per Juni 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,48% secara Year on Year (YoY)," ucap Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Cuan Surat Berharga Perbankan Tumbuh Lebih Subur, Begini Strategi Atur Likuiditas
Jika ditelaah berdasarkan data OJK, kondisi pembiayaan industri per Juni 2026 terbilang memburuk, dibandingkan posisi per Mei 2026. Adapun pembiayaan modal ventura per Mei 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,09% yoy, dengan nilai mencapai Rp 16,36 triliun.
Mengenai kondisi per April 2026, Agusman menerangkan pembiayaan modal ventura mencapai Rp 16,35 triliun, atau terkontraksi sebesar 0,87% secara YoY.
Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset industri modal ventura per Juni 2026 sebesar Rp 27,56 triliun. Nilai itu bertumbuh 1,32%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 27,20 triliun.
Sementara itu, Agusman sempat menyebut ruang industri untuk terus bertumbuh masih terbuka ke depannya, seiring pergeseran fokus pembiayaan ke pasangan usaha yang lebih berkelanjutan.
Lebih lanjut, OJK juga menyampaikan ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja industri modal ventura pada tahun ini. Agusman bilang salah satu tantangannya adalah masih adanya fenomena tech winter.
Adapun tech winter adalah fenomena yang kerap ditemui di perusahaan start-up. Kondisi itu dapat diartikan sebagai suatu periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan dan signifikan.
Baca Juga: OJK: 7 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 Miliar
Meski demikian, dia menyebut dampak tech winter sudah mulai lebih terkendali, sering dengan penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ditambah, modal ventura sudah berfokus pada usaha yang memberikan fundamental yang kuat dan berkelanjutan.
Agusman menyampaikan tantangan lainnya, yakni volatilitas pasar yang berdampak pada valuasi dan exit strategy. Dengan demikian, dapat memengaruhi kinerja modal ventura ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
