kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.885   -103,00   -0,57%
  • IDX 6.120   -1,74   -0,03%
  • KOMPAS100 793   -0,59   -0,07%
  • LQ45 607   -1,04   -0,17%
  • ISSI 212   0,62   0,29%
  • IDX30 336   -0,93   -0,27%
  • IDXHIDIV20 428   1,58   0,37%
  • IDX80 91   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 116   0,63   0,55%
  • IDXQ30 110   0,09   0,08%

OJK ingin jumlah bank menyusut untuk konsolidasi


Kamis, 28 Agustus 2014 / 17:08 WIB
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/2/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/AWW.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan untuk melakukan konsolidasi guna memperbesar aset dan meningkatkan efisiensi.

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengatakan, semakin efisien perbankan, maka akan semakin menguntungkan bank tersebut, karena biaya atau cost yang dikeluarkan akan terkonsolidasi.

"Pada perjalanannya jumlah bank semakin menyusut, dari 119 bank kemudian menjadi 115 bank, lalu menyusut lagi menjadi 110 bank," kata Muliaman pada  acara Indonesia Banking Expo 2014, di JCC, Rabu (28/8).

Seperti diketahui ada sejumlah bank yang sedang melakukan rencana divestasi saham. Diantaranya yaitu Bank Mutiara dan juga tujuh bank milik keluarga yang terkena kewajiban divestasi saham karena tingkat GCG menurun.

Muliaman menambahkan, kini OJK tengah membahas kajian konsolidasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan bank kecil oleh bank-bank BUMN atau bank swasta. Kemudian, bank BUMN membangun holding untuk integrasi bisnis.

Adapun, OJK akan memberikan insentif kepada perbankan yang ingin melakukan konsolidasi, namun OJK masih akan mengkaji rencana insentif tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×