kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.716   73,01   1,29%
  • KOMPAS100 739   11,51   1,58%
  • LQ45 560   6,77   1,22%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   3,07   0,98%
  • IDXHIDIV20 391   1,23   0,32%
  • IDX80 84   1,13   1,36%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,62   0,61%

OJK: Jumlah bank saat ini 116 di Indonesia


Kamis, 19 Januari 2017 / 22:45 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan  pada Januari 2017 ini jumlah bank di Indonesia sudah mengalami pengurangan. Jumlah bank pada awal bulan 2017 sudah menyusut dua bank menjadi 116 bank.

Menurut Mulya E Siregar Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan I OJK, berkurangnya dua bank ini berasal dari dua merger. Pertama adalah merger Bank Metro Express dan Bank Centratama Nasional Bank dengan investor dari Korea yaitu Shinhan Bank.

Sedangkan kedua adalah dari Bank Antar Daerah (Bank Anda) dengan investor dari Tiongkok yaitu CCB (China Construction Bank). “Sampai akhir tahun rencananya akan ada pengurangan total lima bank,” ujar Mulya, Kamis (19/1).

Mulya mengatakan merger ketiga dan keempat yang diproyeksi terjadi pada tahun ini adalah merger Bank Ekonomi Raharja dengan bank HSBC. Selain itu ada lagi merger antara Bank Dinar dan Bank Andara dengan investor baru dari Korea Selatan yaitu APRO FInancial.

Untuk merger terakhir, Mulya belum mau merinci akan dilakukan oleh investor mana dan antara bank apa dengan bank apa. Sebagai gambaran, dalam konsolidasi perbankan OJK mengharuskan investor yang akan membeli saham bank di Indonesia untuk melakukan penggabungan dua bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×