kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

OJK: Keterbatasan Modal Jadi Tantangan Multifinance Masuk ke Program 3 Juta Rumah


Rabu, 15 Januari 2025 / 10:30 WIB
OJK: Keterbatasan Modal Jadi Tantangan Multifinance Masuk ke Program 3 Juta Rumah
ILUSTRASI. Keterbatasan modal menjadi tantangan bagi perusahaan pembiayaan masuk dalam program 3 juta rumah


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keterbatasan modal menjadi tantangan bagi perusahaan pembiayaan atau multifinance masuk dalam program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam mengatasi tantangan keterbatasan modal, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan bilang perusahaan pembiayaan didorong untuk meningkatkan sinergi dan kerja sama.

"Salah satunya, bersinergi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam rangka penyediaan sumber dana murah jangka panjang untuk mendukung penyaluran pembiayaan ke sektor perumahan oleh perusahaan pembiayaan," ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (14/1).

Lebih lanjut, Agusman membeberkan saat ini terdapat 14 perusahaan pembiayaan yang telah mendapatkan dukungan PT SMF, dengan nilai sebesar Rp 3,17 triliun.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Koperasi LKMA Gapoktan Gerak Makmur

Selain itu, Agusman menyebut salah satu risiko yang akan dihadapi perusahaan pembiayaan adalah cara mengatasi risiko likuiditas. Sebab, pembiayaan perumahan memerlukan pendanaan yang stabil dalam jangka panjang. 

"Oleh karena itu, kami berharap perusahaan pembiayaan perlu melakukan pengelolaan risiko likuiditas dengan baik," ujar Agusman. 

Dengan adanya program 3 juta rumah, Agusman mengatakan program itu tentu saja akan memberikan peluang besar bagi industri pembiayaan untuk menopang atau memaksimalkan pertumbuhan yang selama ini fokusnya lebih banyak pada pembiayaan sektor otomotif. 

"Jadi, sekarang ada alternatif baru yang saat ini lebih potensial," kata Agusman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×