kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

OJK Nilai Asuransi Mikro untuk Segmen UMKM Punya Potensi Besar bagi Asuransi Umum


Minggu, 30 November 2025 / 19:50 WIB
OJK Nilai Asuransi Mikro untuk Segmen UMKM Punya Potensi Besar bagi Asuransi Umum
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai asuransi mikro untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki potensi besar bagi industri asuransi umum. 

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan potensi besar itu mengingat UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan jumlahnya sangat banyak. Meski potensinya besar, Ogi menilai terdapat juga risiko dalam menggarap segmen UMKM

"Risiko tetap ada karena sebagian UMKM menghadapi tekanan bisnis akibat kondisi ekonomi saat ini," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (27/11/2025).

Oleh karena itu, Ogi menyampaikan asuransi umum perlu mempertimbangkan beberapa hal dalam pengembangan asuransi mikro. Dia bilang perlu mempertimbangkan desain produk yang sesuai kebutuhan, premi terjangkau, serta menerapkan manajemen risiko yang prudent.

Baca Juga: AAUI Dorong Asuransi Umum Kembangkan Produk Asuransi Mikro untuk UMKM

"Dengan demikian, perlindungan dapat menjangkau UMKM secara luas tanpa membebani ketahanan perusahaan asuransi," kata Ogi.

Sementara itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mendorong perusahaan asuransi umum untuk menyediakan produk asuransi berbasis mikro bagi segmen UMKM. Ketua Umum AAUI Budi Herawan bilang terdapat peluang yang bisa dimanfaatkan asuransi umum dari segmen tersebut, yakni melindungi harta benda yang dimiliki para UMKM. 

Untuk itu, AAUI sudah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia dan diharapkan bisa dijembatani juga nantinya oleh Kementerian UMKM. 

Dengan demikian, Budi menilai terobosan itu juga bisa menjadi salah satu pendongkrak kinerja asuransi umum. Sebab, jumlah UMKM terbilang cukup banyak, kurang lebih ada 100 juta UMKM di Indonesia. Namun, dia menyebut dampak dari adanya semua terobosan itu memerlukan waktu dan tidak bisa secara instan dirasakan.

Baca Juga: Masyarakat Kini Lebih Selektif, AXA Mandiri Pilih Fokus ke Segmen Ritel dan Mikro

"Kami mendorong ke sana (segmen mikro), kami mendorong karena sudah dibukakan pintu oleh Kementerian UMKM. Saya menyambut baik, kami juga sudah mulai kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia. Jadi, itu menjadi peluang," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Budi mengatakan produk untuk segmen mikro sedang digodok baik dari besaran manfaat hingga preminya. Dia menegaskan nantinya produk asuransi mikro itu akan ditujukan bagi UMKM, terkhusus dalam hal melindungi harta benda mereka.

"Kami juga lagi merumuskan. Jadi, bentuk santunan, penggantiannya, kami lagi memikirkan nilai yang memang wajar, serta preminya juga. Pasti prosesnya akan mudah (mendapatkan asuransi mikro)," tuturnya.

Budi memperkirakan seharusnya mulai akhir Desember 2025, asuransi umum sudah mulai launching produk asuransi mikro. Dia bilang beberapa perusahaan asuransi sudah ada yang minat masuk ke segmen tersebut. 

Baca Juga: Demi Jangkau UMKM, OJK Nilai Asuransi Umum Bisa Maksimalkan Produk Asuransi Mikro

Selanjutnya: Menilik Kinerja Saham IPO 2025 dan Prospek Gelaran IPO Tahun Depan

Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Indonesia Bawa Pulang Juara Ganda Campuran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×